Dwi Rahmadani
UIN Fatmawanti Sukarno Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Keutamaan Waktu dalam Islam sebagai Sumber Motivasi Mahasiswa Perantau dalam Menjalani Kehidupan Akademik Dwi Rahmadani
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 1 (2025): April
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v4i1.9928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman mahasiswa perantau dalammenghadapi tantangan akademik dan kehidupan sehari-hari serta memahami bagaimanaproses adaptasi mereka membentuk kemandirian. Penelitian menggunakan pendekatankualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap tiga informan yang merupakanmahasiswa perantau.Data dianalisis melalui tahapan open coding, axial coding,dan selectivecoding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa perantau mengalami beberapatantangan utama, yaitu tekanan emosional berupa rasa rindu dan kesepian akibat jauh darikeluarga, yang tergambar dari pernyataan informan,seperti jauh dari keluarga membuatbanyak mahasiswa merasa rindu akan suasana rumah dan saat saya sedang sakit saya merasasangat sendirian karena harus mengurus semuanya sendiri.Selain itu,tantangan manajerialmuncul dalam bentuk pengelolaan keuangan yang menuntut kemampuan memilah prioritas,sebagaimana dinyatakan membedakan kebutuhan dan keinginan serta harus dicatat apa sajapengeluaran kita selama 1 bulan.Tantangan berikutnya berkaitan dengan adaptasi sosial,dimana informan mengungkapkan perlunya membangun relasi baru melalui mulai percakapankecil dengan teman di kampus dan kehati-hatian dalam memilih lingkungan pergaulan agartidak salah arah. Mahasiswa juga menghadapi tekanan akademik yang bertambah berat,misalnya sekali bikin laporan ada 5 laporan dalam sehari itu bikin capek,yangmenggambarkan bahwa intensitas tugas turut memengaruhi kondisi emosional dan fisikmereka. Meskipun demikian, seluruh pengalaman tersebut justru membentuk kemandirian,seperti terlihat pada pernyataan sejak merantau mulai mandiri sering masak,sertapeningkatan kemampuan mengelola diri, bertanggung jawab, dan menjaga motivasi untukmembanggakan orang tua. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa prosesmerantau tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga menjadi sarana pembentukankarakter, ketahanan pribadi, dan kemampuan manajemen diri yang sangat berpengaruhterhadap keberhasilan akademik dan perkembangan kedewasaan mahasiswa perantau.