Yulia Puji Astuti
UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perkembangan Sosial Kognitif Anak Tuna Grahita di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Bengkulu Mesal Sabilah; Yulia Puji Astuti; Aulia Sulistiyowati; Xsel Ramadhan Saputra
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v4i3.9832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai perkembangan sosial-kognitif seorang anak tuna grahita berinisial (S) dalam konteks pembelajaran di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Bengkulu. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kondisi awal perkembangan (S) yang menunjukkan hambatan intelektual sejak masa bayi dengan skor IQ 62, yang berdampak pada keterlambatan proses belajar dan kesulitan beradaptasi secara sosial. Ketika berada di sekolah reguler, (S) mengalami penolakan dari lingkungan sosial, menarik diri dari pergaulan, dan tidak mampu mengikuti pembelajaran secara efektif. Keadaan ini menyebabkan rendahnya kepercayaan diri serta keterbatasan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengkaji perkembangan (S) secara komprehensif melalui wawancara mendalam, observasi perilaku sosial dan proses belajar, serta dokumentasi hasil asesmen kecerdasan dan catatan perkembangan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah berpindah ke SLB, perkembangan (S) meningkat secara signifikan dalam aspek kognitif dan sosial. (S) mulai mampu mengikuti instruksi, menunjukkan kemampuan berhitung sederhana, melakukan interaksi sosial yang lebih positif, serta memiliki motivasi belajar yang lebih stabil. Lingkungan sekolah yang suportif, penggunaan strategi pembelajaran yang fleksibel, kegiatan berbasis aktivitas, serta dukungan emosional dan finansial dari keluarga menjadi faktor utama yang mempengaruhi peningkatan perkembangan (S). Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa layanan pendidikan khusus yang tepat dan keterlibatan aktif keluarga menjadi kunci penting dalam mengoptimalkan perkembangan sosial-kognitif anak tuna grahita. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi perbaikan praktik pendidikan inklusif dan intervensi psikopedagogis yang lebih efektif di masa mendatang.