Ersa Nur Khasanah
UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penjelasan tentang Hubb an-Nafs dengan Bentuk Dakwah Bil Lisan pada Mahasiswa yang Merasa Kurang Percaya Diri di Bengkulu Ersa Nur Khasanah
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v4i2.9920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memahami faktor-faktor yang memengaruhi ketidakpercayaan diri pada mahasiswa melalui pendekatan kualitatif berbasis wawancara mendalam. Ketidakpercayaan diri menjadi salah satu isu psikologis yang banyak dialami mahasiswa, terutama ketika mereka berada dalam fase perkembangan yang menuntut penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial, budaya, dan akademik. Dalam penelitian ini, data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan tiga informan yang pernah mengalami ketidakpercayaan diri secara signifikan. Data dianalisis menggunakan tahapan open coding, axial coding, dan selective coding untuk menghasilkan pemetaan tema-tema utama yang lebih sistematis dan komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakpercayaan diri pada mahasiswa dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu faktor fisik, sosial, dan psikologis. Faktor fisik, seperti persepsi negatif terhadap warna kulit dan bentuk tubuh, menjadi pemicu awal terbentuknya rasa minder. Faktor sosial berupa bullying, komentar merendahkan, dan perbandingan sosial memperburuk kondisi psikologis mahasiswa dengan menciptakan tekanan interpersonal yang berulang. Sementara itu, faktor psikologis terkait internalisasi komentar negatif dan kecenderungan memikirkan pandangan orang lain menyebabkan munculnya kecemasan sosial dan perilaku menghindar. Dampak dari ketidakpercayaan diri terlihat pada menurunnya partisipasi dalam aktivitas akademik, terbatasnya kemampuan tampil, serta perasaan stagnan dalam perkembangan diri. Penelitian ini juga menyoroti bahwa pendekatan psiko-spiritual melalui integrasi nilai Hubb an-Nafs dan dakwah bil lisan berpotensi membantu mahasiswa membangun kepercayaan diri yang lebih sehat melalui proses penerimaan diri, penguatan nilai diri, dan komunikasi empatik. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi yang holistik, mencakup aspek fisik, sosial, dan spiritual, untuk meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa secara lebih efektif dan berkelanjutan.