Wafis Marsella
UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mengurangi Judi Online Pada Remaja Melalui Pemahaman QS-Al Baqarah 219 Wafis Marsella
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 1 (2025): April
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v4i1.9921

Abstract

ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan remaja dalamjudi online serta peran agama dan niat internal dalam proses penghentian perilakutersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan Penelitian kualitatif dengan teknikwawancara mendalam, kemudian dianalisis melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh teman merupakan pemicu utama inisiasi judi online, sebagaimana informan mengungkapkan bahwa mereka tergoda bermain setelah melihat teman mengalami kemenangan. Kemenangan awal kemudian menciptakan penguatan perilaku (reward loop) yang mendorong remaja untuk terus berjudi meskipun mengalami kerugian. Kemudahan akses teknologi, seperti smartphone dan dompet digital, mempercepat siklus perjudian dan meningkatkan impulsivitas. Dampak yang muncul tidak hanya berupa kerugian finansial, tetapi juga keretakan hubungan keluarga, hilangnya kepercayaan, serta tekanan psikologis yang memperburuk kecanduan. Penelitian juga menemukan bahwa aktivitas keagamaan dapat mengurangi intensitas berjudi melalui pembatasan waktu dan perilaku, namun agama tidak berfungsi efektif tanpa dukungan niat internal yang kuat. Informan menegaskan bahwa kemampuan berhenti sepenuhnya bergantung pada kesadaran dan tekad pribadi. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku judi online pada remaja merupakan hasil interaksi faktor sosial, psikologis, dan spiritual, serta memerlukan intervensi yang holistik untuk pencegahan maupun penanganannya. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pendidik, keluarga, dan lembaga terkait dalam merancang program pendampingan remaja yang berfokus pada regulasi diri, literasi digital, dan spiritualitas.