Nur Fitri Ananda
UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pola Interaksi Sosial, Strategi Pembelajaran dan Pola Makan Anak Tunarungu: Analisis Kualitatif pada Siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Bengkulu Duta Berlian; Nur Fitri Ananda; Meisheya Bella; Mardiana Mardiana
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v4i3.9810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi sosial, strategi pembelajaran, danpola makan anak tunarungu di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Bengkulu. Pendekatan kualitatifdeskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadapwali kelas serta observasi ringan terhadap perilaku peserta didik. Hasil penelitian menunjukkanbahwa program Makanan Bergizi (MBG) memberikan dampak positif terhadap perubahan polakonsumsi anak tunarungu, ditandai dengan menurunnya kebiasaan membeli jajanan tidaksehat di sekolah. Dalam aspek sosial-emosional, anak tunarungu memperlihatkan karakteristikkompetitif, kecenderungan mengalami kesalahpahaman komunikasi, dan keterikatan sosial yangkuat dengan teman sesama tunarungu. Keterbatasan dalam memahami bahasa verbal seringmemicu konflik, namun pada situasi nonkompetitif mereka menunjukkan empati dan kemauanmembantu teman sejawat. Pada aspek strategi pembelajaran, anak tunarungu memerlukanpendekatan multisensori, penggunaan media visual, objek konkret, bahasa isyarat, sertagerakan mulut agar mampu memahami materi secara optimal. Selain itu, sebagian anak masihmemiliki hambatan dalam kemampuan menulis dan memahami konsep abstrak. Faktorpenyebab ketunarunguan baik prenatal maupun postnatal turut memengaruhi dinamika sosial,komunikasi, dan emosi anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan metodepembelajaran visual, peningkatan kompetensi guru dalam bahasa isyarat, dukungan emosionaldi sekolah, serta kolaborasi intensif dengan orang tua untuk membangun pola pembelajarandan kebiasaan makan yang konsisten bagi anak tunarungu.