Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana motivasi dari Al-Qur’an dan hadis berperan dalam mengatasi ketidakpercayaan diri pada remaja. Fenomena ketidakpercayaan diri muncul dari tekanan sosial, perbandingan kemampuan, serta persepsi negatif terhadap penampilan dan performa akademik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melibatkan tiga informan yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan pengalaman langsung dan kesediaan memberikan data secara mendalam. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi sebagai bentuk triangulasi teknik untuk memastikan keabsahan informasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coping religius menjadi mekanisme utama yang digunakan remaja untuk mengurangi rasa cemas, membangun makna positif, serta meningkatkan keberanian menghadapi situasi yang menimbulkan rasa tidak percaya diri. Informan memanfaatkan ayat-ayat seperti Surah Al-Insyirah ayat 5–6 dan hadis tentang kesempurnaan ciptaan Tuhan sebagai sumber kekuatan spiritual yang menenangkan sekaligus memotivasi tindakan adaptif. Selain itu, dukungan sosial dari keluarga dan teman turut memperkuat proses coping religius dengan memberikan keyakinan, validasi, dan dorongan emosional yang membantu remaja bangkit dari perasaan insecure. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara pemaknaan religius, dukungan sosial, dan usaha peningkatan keterampilan merupakan fondasi komprehensif dalam mengatasi ketidakpercayaan diri pada remaja. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis mengenai peran spiritualitas dalam perkembangan psikologis remaja serta implikasi praktis bagi pengembangan program bimbingan dan pendampingan berperspektif nilai-nilai Islam.