Vera Chintia Bela
UIN Fatmawani Sukarno Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Perkembangan Anak Berkebutuhan Khusus dalam Pendampingan Keluarga di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Bengkulu Selly Dwi Mayang Sari; Vera Chintia Bela; Ridia Desnika; Tara Utami
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v4i3.9823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan anak berkebutuhan khusus (ABK) melaluipola pendampingan keluarga di salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Bengkulu. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian melibatkan dua subjek anak (OC dan MR) yang dipilih melalui teknik purposive, dengan data diperoleh melalui wawancara mendalam bersama orang tua dan observasi ringan di lingkungan keluarga. Analisis dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga menjadi pusat pendampingan utama bagi kedua anak, terutama dalam pengawasan, pengaturan rutinitas harian, serta pemenuhan kebutuhan dasar yang belum dapat dilakukan secara mandiri. Riwayat medis dan jenis intervensi yang diterima kedua anak berbeda dan dipengaruhi oleh faktor budaya, akses kesehatan, serta kepercayaan keluarga, sehingga menghasilkan variasi perkembangan motorik, bahasa, dan kemandirian. Selain itu, lingkungan sosial memberikan peran signifikan melalui dukungan tetangga dan partisipasi anak dalam kegiatan masyarakat yang mampu meningkatkan kemampuan sosial dan rasa percaya diri. Namun persepsi sekolah, terutama terkait kemampuan kognitif, turut memengaruhi harapan dan keputusan keluarga dalam memberikan stimulasi lanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendampingan keluarga merupakan elemen kunci dalam perkembangan ABK, sehingga diperlukan pendekatan kolaboratif antara keluarga, sekolah, dan komunitas untuk menciptakan intervensi yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan.