Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pencegahan perilaku kecanduan minuman keras pada remaja di Kota Bengkulu dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan yang dipilih secara purposif, kemudian dianalisis menggunakan teknik open coding, axial coding, dan selective coding untuk menemukan pola, kategori, dan tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan kecanduan minuman keras pada remaja ditentukan oleh lima komponen utama, yaitu peran keluarga, religiusitas, lingkungan pergaulan, edukasi, dan dukungan kebijakan. Keluarga terbukti menjadi faktor protektif paling signifikan melalui pengawasan, pembatasan jam keluar, dan pengarahan dalam memilih teman. Religiusitas berperan sebagai kontrol internal yang membantu remaja menahan diri dari perilaku menyimpang, meskipun efektivitasnya dipengaruhi oleh tingkat pemahaman agama yang masih beragam. Faktor risiko terbesar ditemukan pada tekanan teman sebaya yang dapat mendorong remaja untuk mencoba minuman keras, sehingga memerlukan intervensi berbasis kelompok. Selain itu, edukasi yang disampaikan secara kontekstual pada momen yang tepat dan menggunakan narasi kesehatan dinilai lebih efektif dibandingkan metode ceramah konvensional. Pembinaan yang bersifat merangkul remaja yang telah terlibat perilaku berisiko juga menjadi strategi penting untuk mencegah keterlibatan lebih lanjut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya pencegahan kecanduan minuman keras pada remaja harus dilakukan secara komprehensif dan kolaboratif melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, serta kebijakan pemerintah yang mendukung, sehingga tercipta lingkungan sosial yang sehat, aman, dan berkelanjutan bagi perkembangan remaja.