Ridho Aji Pangestu
UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi pola perilaku, kemandirian, dan Dukungan keluarga dalam pendampingan Anak Autis di sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Bengkulu Tiara Tiara Amelia; Ridho Aji Pangestu
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v4i3.9793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam integrasi pola perilaku, tingkat kemandirian, dan bentuk dukungan keluarga dalam pendampingan anak autis, khususnya melalui perspektif konseling Islam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain deskriptif, penelitian ini melibatkan ibu dari seorang anak autis berusia tujuh tahun bernama Seyna sebagai informan utama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam menggunakan pedoman semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, yang diperkuat dengan proses open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Seyna memiliki pola perilaku hiperaktif yang muncul sejak usia satu tahun serta menunjukkan kesulitan dalam regulasi perilaku baik di rumah maupun sekolah. Tingkat kemandirian Seyna masih rendah, terutama pada aktivitas perawatan diri seperti bangun pagi, mandi, dan menjalankan rutinitas harian yang masih memerlukan bantuan intensif dari ibu. Selain itu, ditemukan pola makan selektif yang berkaitan erat dengan sensitivitas sensorik, ditandai dengan preferensi kuat terhadap makanan pedas serta penolakan terhadap sayur dan beberapa jenis makanan tertentu. Temuan juga menunjukkan bahwa dukungan keluarga, khususnya ibu, memainkan peran sentral dalam proses pendampingan melalui sikap penerimaan, keikhlasan, dan strategi coping positif yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap seperti “menikmati dan menjalaninya” menjadi bentuk ketabahan emosional yang berpengaruh besar terhadap stabilitas pengasuhan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan perlunya model pendampingan holistik yang mengintegrasikan pemahaman perilaku, pengembangan kemandirian, dan dukungan emosional keluarga. Pendekatan konseling Islam berpotensi menjadi landasan yang memperkuat proses pendampingan melalui nilai sabar, syukur, keteladanan, dan penerimaan, sehingga dapat meningkatkan resiliensi keluarga Muslim dalam menghadapi dinamika pengasuhan anak autis. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan model intervensi yang tidak hanya efektif secara perilaku, tetapi juga bermakna secara spiritual dan psikososial.