Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk overthinking yangdialami mahasiswa serta menganalisis strategi coping yang digunakan dalammengatasinya melalui perspektif husnuzon, dukungan sosial, dan praktikreligius. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptifdengan teknik wawancara mendalam terhadap tiga mahasiswa semester tiga.Proses analisis data meliputi tahapan open coding, axial coding, dan selectivecoding untuk menemukan pola, kategori, dan tema utama. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa overthinking mahasiswa umumnya dipicu oleh tekananakademik, seperti tugas yang menumpuk dan batas waktu yang berdekatan, sertafaktor relasional yang berkaitan dengan ketidakpastian komunikasi dandinamika hubungan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, mahasiswa menerapkantiga kelompok strategi coping, yaitu coping sosial, coping pragmatis, dan copingreligius. Coping sosial dilakukan dengan berbagi cerita, meminta dukunganteman, dan bekerja sama dalam menyelesaikan tugas sehingga dapat mengurangibeban emosional. Coping pragmatis mencakup upaya mengelola tugas secarabertahap, memprioritaskan pekerjaan, serta meningkatkan kemampuanmanajemen waktu. Sementara itu, coping religius meliputi praktik ibadah sepertisalat, doa, dan zikir yang berfungsi memberikan ketenangan emosional dankeyakinan spiritual. Ketiga bentuk coping tersebut bekerja secara sinergis dalammenurunkan tingkat overthinking dan meningkatkan ketahanan psikologismahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa regulasi emosi, dukungansosial, dan manajemen tugas yang efektif merupakan elemen penting dalammembantu mahasiswa menghadapi tekanan akademik dan relasional. Temuanini memberikan implikasi bagi institusi pendidikan untuk mengembangkanprogram pendampingan psikologis, pelatihan manajemen waktu, sertapembinaan religius guna memperkuat kesejahteraan mental mahasiswa.