Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MAKANAN TAMBAHAN BROWNIES TEPUNG KACANG HIJAU DAN UBI UNGU UNTUK PENINGKATAN BERAT BADAN ANAK WASTING : SUPPLEMENTARY BROWNIES MADE FROM MUNG BEAN FLOUR AND PURPLE SWEET POTATO FOR WEIGHT GAIN IN WASTED CHILDREN Anna Giska; Imelda Telisa; Yulianto Yulianto; Eliza Eliza
GEMA KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v17i2.496

Abstract

Wasting merupakan salah satu bentuk malnutrisi akut yang ditandai dengan berat badan anak yang jauh lebih rendah dibandingkan tinggi badannya. Kondisi ini mencerminkan kekurangan asupan energi dan zat gizi dalam jangka waktu relatif singkat serta meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan berat badan balita wasting setelah diberikan intervensi berupa brownies berbahan dasar tepung kacang hijau dan ubi ungu. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa pengembangan formula brownies menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) nonfaktorial. Tahap kedua merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan rancangan one group pretest-postest untuk mengevaluasi efektivitas intervensi terhadap peningkatan berat badan wasting. Populasi penelitian adalah balita wasting berusia 12-49 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Merdeka Kota Palembang. Responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah 30 balita, sesuai dengan perhitungan ukuran sampel menurut Lameshow (1997). Intervensi dilakukan dengan pemberian brownies tepung kacang hijau dan ubi ungu sebanyak 100 gram per hari selama 14 hari. Pemberian dilakukan setiap hari dan dikonsumsi di bawah pengawasan hingga habis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata berat badan balita sebelum intervensi adalah 10,65 kg, sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 10,82 kg, dengan rata-rata kenaikan sebesar 0,22 kg. Hasil analisis statistik menggunakan uji paired t-test menunjukkan nilai signifikansi p < 0,001 (p = 0,000) yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan pemberian brownies tepung kacang hijau dan ubi ungu terhadap peningkatan berat badan balita wasting. Kata kunci: Balita, Pemberian Makanan Tambahan, Tepung Kacang Hijau,  Tepung Ubi Ungu,  Wasting Wasting is a form of acute malnutrition characterized by a child’s body weight being significantly lower than expected for their height. This condition reflects inadequate energy and nutrient intake over a relatively short period and increases the risk of morbidity and mortality among children under five years of age. This study aimed to analyze changes in body weight among wasted toddlers following an intervention using brownies made from mung bean flour and purple sweet potato. The study was conducted in two stages. The first stage involved the development of a brownie formula using a non-factorial Completely Randomized Design (CRD). The second stage employed a quantitative quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest approach to evaluate the effectiveness of the intervention in increasing body weight among wasted toddlers. The study subjects were wasted toddlers aged 12–49 months residing in the working area of Merdeka Community Health Center, Palembang City. Samples were selected using simple random sampling, with a total of 30 toddlers, based on the minimum sample size calculation according to Lemeshow (1997). The intervention consisted of administering 100 grams of mung bean flour and purple sweet potato brownies daily for 14 consecutive days. The brownies were provided every day and consumed under supervision to ensure complete intake. The results showed that the mean body weight of toddlers before the intervention was 10.65 kg, which increased to 10.82 kg after the intervention, with an average weight gain of 0.22 kg. Statistical analysis using a paired t-test demonstrated a significant difference before and after the intervention (p < 0.001), indicating that the provision of mung bean flour and purple sweet potato brownies had a significant effect on increasing body weight among wasted toddlers. Keywords: Mung Bean Flour, Purple Sweet Potato Slour, Supplementary Feeding, Toddlers, Wasting
Edukasi Gizi pada Kelompok Risiko Melahirkan Balita Stunting Podojoyo Podojoyo; Yulianto Yulianto; Sartono Sartono; Ahmad Sadiq; Mardiana Mardiana
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/abdikemas.v8i1.3872

Abstract

Stunting is still one of the main public health problems in Indonesia because it has an impact on the quality of human resources in the future. The results of anthropometric measurements and consumption surveys on under five years at The Public Health Center of Seri Tanjung were obtained with a stunting prevalence of 31.1%, and underweight of 19.7%. Nutritional intake of toddlers is energy deficient (47.6%), and toddlers suffer from infectious diseases as much as 42.5%. From this data, preventive efforts need to be made to prevent an increase in the prevalence of stunting in the form of nutrition education in adolescents, pregnant women, lactating mothers and mothers under five. After nutrition education was given, there was an increase in the average value of knowledge compared to before the education was given. Thus, providing nutrition education is a treatment that helps to increase knowledge about nutritious food for both mothers and children.