This Author published in this journals
All Journal Widya Teknik
Yuliana Asman
Program Studi Teknik Elektro, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Alat Pendeteksi Bradikardia dan Takikardia Berdasarkan Bunyi Denyut Jantung Berbasis ESP32 Lanny Agustine; Ivan Phangliady; Yuliana Asman; Peter R. Angka; Hartono Pranjoto; Albert Gunadhi; Rasional Sitepu
Widya Teknik Vol. 25 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v25i1.7751

Abstract

Gangguan irama jantung dapat dideteksi dan diidentifikasi melalui bunyi denyut jantung. Metode yang digunakan dalam mendeteksi gangguan irama dinamakan auskultasi. Metode ini dilakukan dengan mendengarkan bunyi denyut jantung menggunakan stetoskop, umumnya menggunakan stetoskop akustik. Alat yang dikembangkan adalah stetoskop digital yang mampu menghitung denyut jantung berdasar bunyinya dan membedakan 3 kondisi yaitu Bradikardia, Takikardia, dan kecepatan normal. Denyut jantung normal berkisar antara 60-100 bpm, kondisi Takikardia jika denyut jantung diatas 100 bpm, dan kondisi bradikardia jika dibawah 60 bpm. Stetoskop digital yang dikembangkan memanfaatkan bagian chest piece dari stetoskop akustik untuk menangkap getaran bunyi. Komponen utama lain yang digunakan adalah modul sensor suara FC-04 untuk menangkap getaran bunyi dari chest piece, dan modul mikrokontroler ESP32. Getaran bunyi yang ditangkap modul FC-04 akan menjadi sinyal-sinyal pulsa yang dihitung mikrokontroler menjadi kecepatan denyut jantung dalam beat per menit (bpm). Alat telah diuji keakuratannya untuk menghitung kecepatan denyut jantung per-menit dengan input rekaman bunyi denyut jantung dan pada 10 orang voluntir. Hasil pengujian dengan input rekaman bunyi denyut jantung menghasilkan ketepatan perhitungan 100%, sedangkan pengujian pada voluntir menghasilkan ketepatan perhitungan sebesar 90% karena noise akibat gesekan alat pada permukaan kulit saat bernafas.