Muhammad Fikri
Universitas Al Ahgaff Tarim

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penggunaan Skor dan Skala Pengukuran dalam Evaluasi Pembelajaran PAI: Konsep Problematika, dan Solusi Muhammad Nuruddien; Muhammad Fatkhulloh Basyar; Rara Intan Mutiara Fajrin; Muhammad Fikri
Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Vol. 9 No. 2 (2025): Vol 9 No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseedu.v9i2.11826

Abstract

Evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadapi tantangan kompleks dalam mengukur ketercapaian kompetensi yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik secara holistik. Kesenjangan antara konsep ideal dan praktik evaluasi menunjukkan dominasi pendekatan kognitif dengan pengabaian dimensi afektif dan psikomotorik yang dinilai superfisial tanpa instrumen terstandar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep skor dan skala pengukuran dalam evaluasi pendidikan, menganalisis implementasinya pada ketiga ranah pembelajaran PAI, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru, serta merumuskan solusi strategis untuk meningkatkan kualitas evaluasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dengan menelaah literatur primer dan sekunder mencakup buku teks, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan dokumen kebijakan pendidikan yang dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa empat jenis skala pengukuran—nominal, ordinal, interval, dan rasio—memiliki karakteristik dan aplikasi berbeda pada setiap ranah pembelajaran. Ranah kognitif menggunakan skala interval melalui tes tertulis, ranah afektif menerapkan skala ordinal dengan instrumen skala Likert dan observasi, sedangkan ranah psikomotorik menggunakan skala ordinal atau rasio melalui rubrik penilaian praktik ibadah. Implementasi evaluasi menghadapi empat tantangan utama: subjektivitas penilai pada ranah afektif dan psikomotorik, keterbatasan kompetensi guru dalam menyusun instrumen valid dan reliabel, keterbatasan waktu dan energi untuk evaluasi menyeluruh, serta kesulitan menyusun instrumen sesuai karakteristik PAI. Untuk mengatasi problematika tersebut, diperlukan lima solusi strategis terintegrasi meliputi pelatihan berkelanjutan tentang Formative Assessment Literacy, pengembangan instrumen evaluasi komprehensif yang mengintegrasikan penilaian guru-sejawat-diri sendiri, kolaborasi dengan ahli evaluasi, penerapan teknologi digital dalam manajemen evaluasi, serta refleksi dan umpan balik melalui komunitas pembelajaran profesional. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperkaya khazanah evaluasi pembelajaran PAI dan kontribusi praktis bagi peningkatan literasi evaluasi guru serta pengembangan sistem evaluasi yang objektif, valid, dan komprehensif.