Irna Nursanti
Dosen Magister Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Model Konsep Teori Keperawatan Katherine Kolcaba Suwalgiyah; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/2a952966

Abstract

Kolcaba’s Comfort Theory emphasizes the fulfillment of patient comfort through relief, ease, and transcendence across physical, psychospiritual, sociocultural, and environmental dimensions. This framework is highly relevant for fracture patients who often experience pain, anxiety, and sleep problems. This case study describes the application of Comfort Theory in nursing assessment, intervention, and evaluation for a 65-year-old woman (Mrs. G) with a closed distal radius fracture who underwent ORIF. Assessment was guided by Kolcaba’s comfort taxonomy, and nursing diagnoses were determined using the Indonesian Nursing Diagnosis Standards (SDKI). Interventions were structured into standard comfort measures, coaching, and comfort food for the soul, with outcomes evaluated using pain scores, behavioral observations, and subjective reports. The interventions resulted in a reduction of pain from 5 to 2, decreased anxiety reflected in more relaxed behavior and stable vital signs, and improved sleep quality with about five hours of uninterrupted rest. The patient also showed better participation in light ROM exercises and demonstrated more adaptive coping and optimism. Overall, increases in relief, ease, and transcendence were achieved. In conclusion, applying Kolcaba’s Comfort Theory effectively enhanced multidimensional comfort in a patient with a distal radius fracture. Strengthening nurse competencies, improving the care environment, and institutional support are recommended to optimize comfort-based nursing care.
Konsep Teori Model Keperawatan Madeleine Leininger Pada Asuhan Keperawatan Pasien Tn. T Dengan Diabetes Melitus, CKD di RSU Bhakti Asih Etti Sumyati; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/je3ct332

Abstract

Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif. Pemahaman yang benar pada diri perawat mengenai budaya klien,baik individu ,keluarga,kelompok maupun Masyarakat,dapat mencegah terjadinya culture shock maupun culture imposition. Perawatan (care) merupakan esensi dari keperawatan,dan perawatan harus kongruen secara budaya  (culturally congruent) untuk mencapai kesehatan yang efektif.Intervensi dan implementasi Tn.T berdasarkan teori model Madeleine Leininger, disesuaikan dengan pedoman keperawatan transkultural yaitu : cultural care accommodation and negotiation ( negosiasi budaya ) intervensi keperawatan ini dilakukan untuk membantu klien beradaptasi terhadap budaya tertentu yang lebih menguntungkan.
Teori Model Keperawatan Nola J Pender Pada Asuhan Keperawatan Dengan TB Paru di Ruang Heliconia RS Grha Permata  Ibu Depok Dwi Ayu Fajar; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/7c981g37

Abstract

Dalam penelitian ini, Nola J. Pender membuat model Health Promotion (HPM) untuk membantu pasien dengan tuberkulosis paru (TB Paru) di Ruang Heliconia RS Grha Permata Ibu Depok. Dengan mempertimbangkan manusia sebagai makhluk biopsikososial yang berinteraksi secara aktif dengan lingkungannya untuk mencapai kesejahteraan optimal, teori ini menekankan pentingnya promosi kesehatan dan pencegahan primer. Melalui pendekatan HPM, perawat membantu pasien meningkatkan kesadaran diri, motivasi, dan perilaku hidup sehat. Akibat efek samping obat dan kurangnya pemahaman tentang penyakit mereka, pasien tuberkulosis paru-paru dalam studi kasus mengalami ketidakpatuhan minum obat. Faktor-faktor individu, kognitif, dan sosial yang mempengaruhi perilaku kesehatan pasien diidentifikasi melalui penerapan model Pender. Selain itu, dirancang intervensi seperti edukasi kesehatan, dukungan sosial, dan promosi nutrisi. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan pengetahuan, kepatuhan pengobatan, dan perbaikan status gizi pasien. Oleh karena itu, dengan menggunakan pendekatan holistik dan promotif, teori Nola J. Pender berhasil meningkatkan perilaku kesehatan dan mempercepat proses penyembuhan pasien TB paru.
Model Teori Konsep Keperawatan Hildegard E. Peplau Interpersonal Process Joko Relo Sutopo; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/pwm90g76

Abstract

Makalah ini mengangkat judul "Theory Hildegard E. Peplau" yang disusun menggunakan metode deskriptif dengan sumber primer buku dan jurnal, buku, serta media internet sebagai sekunder (pendukung). Makalah ini disusun sistematis sesuai aturan penulisan makalah pada umumnya. Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada dosen pembimbing atas dukungan serta saran dalam proses penyusunan makalah ini sehingga makalah ini bisa diselesaikan tepat waktu. Penyusunan makalah ini akan terus disempurnakan. Segala kritik dan saran yang membangun senantiasa kami harapkan demi penyempurnaan makalah ini. Permohonan maaf juga kami haturkan apabila mempunyai kekurangan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dalam eksplorasi di dunia kesehatan khususnya dalam proses penerapan asuhan keperawatan menggunakan Theory Hildegard E. Paplau.