Maulidi Muhammad
UIN Sultan Syarif Kasim

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Concept of Currency Exchange Rate in Islam: Konsep Nilai Tukar Mata Uang dalam Islam M. Handiko Firdaus Handiko; Tika Oktovia Sari; Rini Andriani; Maulidi Muhammad
BAITUL MAAL : Journal of Sharia Economics Vol. 1 No. 2 (2024): MEI-AGUS
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Manarul Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang konsep nilai tukar uang dalam Islam dan dampaknya terhadap perekonomian global. Dalam teori ekonomi tradisional, memanipulasi jumlah uang yang dimiliki seseorang dianggap tidak adil, karena uang tidak dapat bertambah dengan sendirinya tanpa dilakukannya kerja. Nilai tukar uang masih menjadi perdebatan dalam sistem ekonomi Islam, karena perubahan peredaran uang dapat memberikan dampak yang signifikan. Oleh karena itu, penting untuk mempelajari konsep-konsep tersebut dari perspektif ekonomi Islam, Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan tinjauan pustaka untuk mengumpulkan informasi relevan dari jurnal dan artikel yang kajiannya sesuai dengan pembahasan konsep nilai tukar uang dalam islam. Temuan ini menunjukkan bahwa konsep nilai tukar uang dalam Islam mencakup nilai-nilai ekonomi, sosial, dan etis, dengan tujuan membangun sistem keuangan yang adil dan transparan. Islam mengajarkan agar setiap individu dan masyarakat untuk mempersiapkan diri baik secara ekonomi maupun spiritual untuk menghadapi nilai tukar uang secara bertanggung jawab dan bijaksana.
Optimalisasi Pengelolaan Zakat Berbasis Masjid untuk Meningkatkan Pemasukkan Publik dan Kesejahteraan Umat Fir Daus; Mhd Zia Ulhak; Dina Lorenza Lorenza; Maulidi Muhammad
UANG: Journal of Fiscal and Monetary Studies Vol. 1 No. 1 (2025): June
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Manarul Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis model penghimpunan dan distribusi zakat di beberapa masjid di wilayah Taeh Bukik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa metode penghimpunan zakat masih bersifat tradisional dan belum mengadopsi inovasi modern dalam optimalisasi dana. Sosialisasi zakat masih dilakukan melalui pengeras suara di masjid, sedangkan mekanisme pembayaran zakat mengandalkan kesadaran individu tanpa sistem yang lebih terstruktur. Dalam aspek distribusi, zakat yang dihimpun oleh Masjid Mukhlisin, Masjid Nurul Huda, dan Masjid Al Hidayah terutama disalurkan kepada fakir miskin dan anak yatim di sekitar Nagari Taeh Bukik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa dana zakat yang terkumpul lebih banyak didistribusikan secara langsung tanpa strategi pemanfaatan jangka panjang yang berorientasi pada pembangunan ekonomi. Masjid Al Hidayah yang mulai memanfaatkan zakat untuk membuka usaha kecil sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam pengelolaan zakat, seperti koperasi berbasis zakat dan program pelatihan keterampilan bagi mustahiq. Transparansi pengelolaan zakat juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Dengan strategi yang lebih terstruktur dan inovatif, masjid dapat berperan tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.  This study analyzes the zakat collection and distribution models in several mosques in the Taeh Bukik region. The findings reveal that the zakat collection method is still traditional and has yet to adopt modern innovations for optimizing funds. Zakat socialization is still conducted through loudspeakers in the mosque, and the zakat payment mechanism relies on individual awareness without a more structured system. In terms of distribution, zakat collected by Masjid Mukhlisin, Masjid Nurul Huda, and Masjid Al Hidayah is primarily distributed to the poor and orphans in the Taeh Bukik village. The results of this study show that the zakat funds collected are mostly distributed directly, without a long-term utilization strategy focused on economic development. Masjid Al Hidayah has started utilizing zakat to open small businesses as a form of economic empowerment. Therefore, innovation in zakat management is needed, such as zakat-based cooperatives and skills training programs for the mustahik. Transparency in zakat management is also a critical factor in enhancing public trust. With a more structured and innovative strategy, mosques can play a role not only as places of worship but also as centers for the economic empowerment of the community.