Nengsi Gusrienti
UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Transparansi dan Komunikasi yang Efektif dalam Pencairan Dana Bantuan Sosial Ummat Nengsi Gusrienti
BAITUL MAAL : Journal of Sharia Economics Vol. 2 No. 2 (2025): MEI-AGUSTUS
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Manarul Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyaluran dana bantuan sosial merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjamin kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan yang terdampak ekonomi. Namun, proses pencairan dana ini sering menghadapi kendala birokrasi yang panjang dan kurangnya transparansi informasi, sehingga menimbulkan miskomunikasi dan ketidakpuasan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data triangulasi, bertujuan untuk menganalisis peningkatan transparansi dan komunikasi yang efektif dalam pencairan dana bantuan sosial di Kantor Walikota Bukittinggi bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan peran aktor komunikasi seperti opinion leader, gatekeeper, cosmopolite, bridge, dan liaison sangat berpengaruh dalam membangun jaringan komunikasi yang efektif. Transparansi informasi dan sosialisasi yang baik dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memperlancar proses distribusi bantuan sosial secara tepat sasaran dan akuntabel. Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi turut mendukung efektivitas komunikasi dan pengelolaan data dalam penyaluran bantuan social.   The distribution of social assistance funds is one of the government's efforts to ensure the welfare of society, especially vulnerable groups affected economically. However, the disbursement process often faces obstacles such as lengthy bureaucracy and lack of information transparency, resulting in miscommunication and public dissatisfaction. This study uses a qualitative method with triangulation data collection techniques, aiming to analyze the improvement of transparency and effective communication in the disbursement of social assistance funds at the Bukittinggi Mayor's Office, Welfare Department. The research findings show that the roles of communication actors such as opinion leaders, gatekeepers, cosmopolites, bridges, and liaisons significantly influence the development of an effective communication network. Transparency of information and good socialization can increase public trust and facilitate the smooth distribution of social assistance in a targeted and accountable manner. Furthermore, the utilization of information technology supports communication effectiveness and data management in the distribution of social assistance. 
Analisis Komparatif Kebijakan Fiskal Zaman Rasulullah dan Kebijakan Fiskal di Indonesia Celfin Gun Pernanda; Rosi Aulia Rahmah; Nengsi Gusrienti; Wafiq Ufairah
UANG: Journal of Fiscal and Monetary Studies Vol. 1 No. 1 (2025): June
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Manarul Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article compares fiscal policies during the time of Prophet Muhammad with those in Indonesia to understand how fundamental principles in public finance management can be applied in different contexts. This research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical method. Data collection is conducted through library research, examining various secondary sources. The analysis results indicate that although implemented in different historical and structural contexts, both systems prioritize achieving social balance as their primary goal. The fiscal system during the Prophet’s era, guided by religious and ethical principles, utilized mechanisms such as zakat, infaq, and sadaqah to ensure fair wealth distribution. Meanwhile, modern fiscal policy in Indonesia relies on technical instruments such as taxation and government spending to address inequality and support inclusive economic development. Artikel ini mengomparasikan antara kebijakan fiskal pada masa Rasulullah dan kebijakan fiskal di Indonesia untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip dasar dalam pengelolaan keuangan publik dapat diterapkan dalam konteks yang berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Pengumpulan data dilakukan dengan metode studi kepustakaan (library research), yaitu dengan menelaah berbagai sumber sekunder. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun diterapkan dalam konteks historis dan struktural yang berbeda, kedua sistem menempatkan pencapaian keseimbangan sosial sebagai tujuan utama. Sistem fiskal zaman Rasulullah, yang dipandu oleh prinsip-prinsip agama dan etika, menerapkan mekanisme seperti zakat, infak, dan sedekah untuk mendistribusikan kekayaan secara adil. Sementara itu, kebijakan fiskal Indonesia modern mengandalkan instrumen teknis seperti pajak, belanja negara untuk mengatasi ketimpangan dan mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif.