Mhd Zia Ulhak
UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukitinggi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Zakat dalam Mendorong Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan untuk Mencapai Kesejahteraan Sosial yang Inklusif Mhd Zia Ulhak
BAITUL MAAL : Journal of Sharia Economics Vol. 2 No. 2 (2025): MEI-AGUSTUS
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Manarul Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zakat dalam ekonomi Islam merupakan instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi dan menegakkan keadilan. Pensyariatan zakat melalui fase Makki dan Madani menegaskan kewajiban distribusi harta kepada fakir miskin. Tujuan zakat meliputi penyucian jiwa, pengurangan kesenjangan sosial, peningkatan kesejahteraan mustahik, penguatan solidaritas, dan pemecahan masalah ekonomi tertentu. Dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, zakat dapat diarahkan sebagai modal usaha produktif untuk mendorong kemandirian ekonomi dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pengelolaan zakat menghadapi tantangan seperti rendahnya kesadaran masyarakat, mental ketergantungan mustahik, keterbatasan teknologi, dan kualitas SDM pengelola. Solusi yang ditawarkan meliputi penyuluhan, pelatihan manajerial, pembentukan kelompok usaha, pendampingan berkelanjutan, serta kolaborasi lembaga zakat dan pemerintah desa. Dengan pendekatan yang tepat, zakat dapat menjadi instrumen strategis pemberdayaan ekonomi umat secara efektif dan berkelanjutan. Zakat in Islamic economics is a key instrument for socio-economic welfare and social justice. While scholars define it as the obligation to distribute wealth to eligible recipients. The Makki and Madani phases emphasize zakat distribution to the poor. Its objectives include purifying the soul, reducing social inequality, improving beneficiary welfare, fostering solidarity, and addressing economic challenges. In sustainable economic development, zakat can serve as productive capital to promote economic independence and support Sustainable Development Goals (SDGs). Challenges include low public awareness, dependency among beneficiaries, limited technology, and human resource quality. Solutions involve awareness campaigns, managerial training, formation of productive business groups, continuous mentoring, and collaboration between zakat institutions and local governments. Properly implemented, zakat can be an effective and sustainable instrument for economic empowerment.