Diana Zahara
UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Sengketa Tanah Terhadap Aktivitas Ekonomi Masyarakat Di Kelurahan Pakan Labuah Kota Bukittinggi Diana Zahara
BAITUL MAAL : Journal of Sharia Economics Vol. 2 No. 3 (2025): September - Desember
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Manarul Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65128/jse.v2i3.151

Abstract

Sengketa tanah merupakan fenomena yang kerap muncul di masyarakat, khususnya di Kelurahan Pakan Labuah, Kota Bukittinggi. Persoalan ini umumnya berkaitan dengan hak waris dan batas lahan yang tidak jelas, sehingga menimbulkan ketidakpastian kepemilikan serta keterbatasan akses masyarakat terhadap lahan produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sengketa tanah terhadap aktivitas ekonomi masyarakat serta mencari alternatif penyelesaiannya dalam kerangka ekonomi Islam. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sengketa tanah menghambat aktivitas ekonomi, terutama di sektor pertanian dan usaha mikro, menurunkan pendapatan, serta memicu ketegangan sosial yang berdampak pada stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat. Penyelesaian melalui mediasi dan musyawarah yang melibatkan tokoh masyarakat dan lembaga terkait dinilai efektif dalam menciptakan solusi damai dan berkeadilan. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengayaan literatur ekonomi Islam terkait resolusi konflik berbasis nilai keadilan, musyawarah, dan kesejahteraan sosial, yang dapat menjadi rujukan bagi pengambil kebijakan dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Land disputes are a recurring phenomenon in society, particularly in Pakan Labuah Subdistrict, Bukittinggi City. These disputes often arise from inheritance claims and unclear land boundaries, leading to ownership uncertainty and limited community access to productive land. This study aims to examine the impact of land disputes on community economic activities and explore alternative resolutions within the framework of Islamic economics. A qualitative case study approach was employed through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The findings reveal that land disputes hinder economic activities, especially in the agricultural and micro-enterprise sectors, reduce household income, and trigger social tensions that disrupt both economic and social stability. Mediation and deliberation involving community leaders and relevant institutions were identified as effective mechanisms to achieve peaceful and equitable solutions. This research contributes to the literature on Islamic economics by highlighting conflict resolution approaches rooted in justice, deliberation, and social welfare, while also providing practical insights for policymakers to strengthen community economic resilience