Dinda Ayu Novitasari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbaikan histologi hepar dan penambahan berat badan tikus (rattus norvegicus) strain wistar model malnutrisi setelah pemberian tepung pisang Dinda Ayu Novitasari; Sri Rahayu Lestari; Yunita Rahmawati
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p11

Abstract

Pisang merupakan pangan lokal yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein yang tinggi dalam mencukupi kebutuhan nutrisi berpotensi memperbaiki metabolism tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran histologi hati dan penambahan berat badan pada tikus model malnutrisi setelah pemberian tepung pisang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, menggunakan tikus jantan (strain wistar), umur 7 minggu, rerata berat badan 120 g sejumlah 24 ekor. Kelompok perlakuan diantaranya; K- (pakan standar), K+ (pakan nasi aking), M+P0 (pakan standar), M+P1 (pakan 100% tepung pisang), M+P2 (pakan 75% tepung pisang +25% pakan standar), M+P3 (pakan 50% tepung pisang + 50% standar). Kelompok perlakuan K+ sampai perlakuan M+P3 dibuat malnutrisi dengan diberi nasi aking. Kelompok K- diberi pakan standar selama 11 minggu. Pengukuran berat badan dilakukan setiap minggu untuk masing- masing perlakuan. Setelah 11 minggu, tikus dikorbankan. Organ hati dikoleksi kemudian dibuat mikroanatomi dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin. Parameter kerusakan hati dideteksi melalui jumlah sel nekrosis, degenerasi hidropik, dan apoptosis pada 100 sel yang diamati. Hasil penelitian pemberian tepung pisang pada perlakuan M+P3 dapat menurunkan jumlah kerusakan sel nekrosis (p<0,05). Kombinasi pakan 50% tepung pisang dan 50% pakan standar dapat mempercepat regenerasi, menurunkan jumlah kerusakan sel, dan menghasilkan peningkatan berat badan secara signifikan (p<0,05).
Perbaikan histologi hepar dan penambahan berat badan tikus (rattus norvegicus) strain wistar model malnutrisi setelah pemberian tepung pisang Dinda Ayu Novitasari; Sri Rahayu Lestari; Yunita Rahmawati
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p11

Abstract

Pisang merupakan pangan lokal yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein yang tinggi dalam mencukupi kebutuhan nutrisi berpotensi memperbaiki metabolism tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran histologi hati dan penambahan berat badan pada tikus model malnutrisi setelah pemberian tepung pisang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, menggunakan tikus jantan (strain wistar), umur 7 minggu, rerata berat badan 120 g sejumlah 24 ekor. Kelompok perlakuan diantaranya; K- (pakan standar), K+ (pakan nasi aking), M+P0 (pakan standar), M+P1 (pakan 100% tepung pisang), M+P2 (pakan 75% tepung pisang +25% pakan standar), M+P3 (pakan 50% tepung pisang + 50% standar). Kelompok perlakuan K+ sampai perlakuan M+P3 dibuat malnutrisi dengan diberi nasi aking. Kelompok K- diberi pakan standar selama 11 minggu. Pengukuran berat badan dilakukan setiap minggu untuk masing- masing perlakuan. Setelah 11 minggu, tikus dikorbankan. Organ hati dikoleksi kemudian dibuat mikroanatomi dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin. Parameter kerusakan hati dideteksi melalui jumlah sel nekrosis, degenerasi hidropik, dan apoptosis pada 100 sel yang diamati. Hasil penelitian pemberian tepung pisang pada perlakuan M+P3 dapat menurunkan jumlah kerusakan sel nekrosis (p<0,05). Kombinasi pakan 50% tepung pisang dan 50% pakan standar dapat mempercepat regenerasi, menurunkan jumlah kerusakan sel, dan menghasilkan peningkatan berat badan secara signifikan (p<0,05).