Ni Nengah Dwi Fatmawati
Departemen Mikrobiologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bile Salt Hydrolase pada Probiotik sebagai Agen Penurun Kolesterol: Kajian Pustaka Kristina Wulandari; Noval Wahyu Adi; Ida Ayu Agung Prawitasari; Ni Nengah Dwi Fatmawati; Komang Ayu Nocianitri; I Nengah Sujaya
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i02.p1

Abstract

Dislipidemia menjadi salah satu faktor pemicu risiko penyakit metabolit dan beban kesehatan global. Tingginya kadar kolesterol total atau LDL pada jaringan kardiovaskular menjadi kasus dislipidemia yang kerap dijumpai di masyarakat. Salah satu metode alternatif dalam mencegah dan mengatasi masalah kolesterol tinggi adalah dengan memanfaatkan probiotik melalui aktivitas Bile Salt Hydrolase (BSH). BSH merupakan enzim yang berperan dalam pembentukan garam empedu bebas yang dapat menyebabkan peningkatan sintesis de novo pada asam empedu hepatik. Kehadiran BSH akan mengganggu siklus enterohepatik dengan menghidrolisis ikatan amida pada asam empedu terkonjugasi menjadi asam empedu bebas dengan perubahan sifat menjadi lebih hidrofobik dan sedikit diserap kembali oleh tubuh, sehingga akan lebih banyak dikeluarkan melalui feses. Semakin banyak ekskresi asam empedu melalui feses, maka semakin sedikit asam empedu yang dibawa kembali ke hati melalui siklus enterohepatik, sehingga untuk menggantikan asam empedu yang hilang, diperlukan jumlah kolesterol yang lebih banyak untuk sintesis de novo di hati. Lebih lanjut, kehadiran BSH juga dapat memicu mekanisme penurunan kolesterol lain seperti kopresipitasi kolesterol dengan garam empedu terdekonjugasi serta penurunan efisiensi pelarutan dan penyerapan lipid di usus. Saat ini, bakteri yang memiliki BSH tidak hanya berasal dari saluran pencernaan manusia seperti Lactobacillus dan Bifidobacteria, tetapi dapat juga ditemukan pada bakteri makanan fermentasi dan bakteri patogen seperti Listeria monocytogenes dan Brucella abortus. Perlu diperhatikan bahwa setiap strain bakteri memiliki katalisator, kemampuan serta jenis dan jumlah gen BSH yang spesifik. Dengan perkembangan aplikasi probiotik dalam dasa warsa terakhir, kajian pustaka ini diharapkan dapat memberikan pandangan terkini tentang peranan probiotik dalam menurunkan kolesterol. Kata Kunci: dislipidemia, LDL, asam empedu, siklus enterohepatik
Bile Salt Hydrolase pada Probiotik sebagai Agen Penurun Kolesterol: Kajian Pustaka Kristina Wulandari; Noval Wahyu Adi; Ida Ayu Agung Prawitasari; Ni Nengah Dwi Fatmawati; Komang Ayu Nocianitri; I Nengah Sujaya
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i02.p1

Abstract

Dislipidemia menjadi salah satu faktor pemicu risiko penyakit metabolit dan beban kesehatan global. Tingginya kadar kolesterol total atau LDL pada jaringan kardiovaskular menjadi kasus dislipidemia yang kerap dijumpai di masyarakat. Salah satu metode alternatif dalam mencegah dan mengatasi masalah kolesterol tinggi adalah dengan memanfaatkan probiotik melalui aktivitas Bile Salt Hydrolase (BSH). BSH merupakan enzim yang berperan dalam pembentukan garam empedu bebas yang dapat menyebabkan peningkatan sintesis de novo pada asam empedu hepatik. Kehadiran BSH akan mengganggu siklus enterohepatik dengan menghidrolisis ikatan amida pada asam empedu terkonjugasi menjadi asam empedu bebas dengan perubahan sifat menjadi lebih hidrofobik dan sedikit diserap kembali oleh tubuh, sehingga akan lebih banyak dikeluarkan melalui feses. Semakin banyak ekskresi asam empedu melalui feses, maka semakin sedikit asam empedu yang dibawa kembali ke hati melalui siklus enterohepatik, sehingga untuk menggantikan asam empedu yang hilang, diperlukan jumlah kolesterol yang lebih banyak untuk sintesis de novo di hati. Lebih lanjut, kehadiran BSH juga dapat memicu mekanisme penurunan kolesterol lain seperti kopresipitasi kolesterol dengan garam empedu terdekonjugasi serta penurunan efisiensi pelarutan dan penyerapan lipid di usus. Saat ini, bakteri yang memiliki BSH tidak hanya berasal dari saluran pencernaan manusia seperti Lactobacillus dan Bifidobacteria, tetapi dapat juga ditemukan pada bakteri makanan fermentasi dan bakteri patogen seperti Listeria monocytogenes dan Brucella abortus. Perlu diperhatikan bahwa setiap strain bakteri memiliki katalisator, kemampuan serta jenis dan jumlah gen BSH yang spesifik. Dengan perkembangan aplikasi probiotik dalam dasa warsa terakhir, kajian pustaka ini diharapkan dapat memberikan pandangan terkini tentang peranan probiotik dalam menurunkan kolesterol. Kata Kunci: dislipidemia, LDL, asam empedu, siklus enterohepatik