Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fiqhi Dan Teknologi Digital: Membangun Literasi Teknologi Perspektif Islam Rufaidah Salam
TEKNOS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/teknos.v3i2.728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep literasi teknologi dalam perspektif Islam dengan fokus pada kajian fiqhi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari riset kepustakaan (library reseach). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi teknologi dalam perspektif Islam harus didasarkan pada prinsip-prinsip fiqhi, seperti prinsip mashlahah (kemaslahatan) dan prinsip sadd al-dhara'i (mencegah kerusakan). Dalam penelitian ini mencakup macam-macam Perkembangan Teknologi dalam fiqhi, antara lain: Fintech Syariah yang dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan keuangan inklusif dan kesejahteraan masyarakat, dengan tetap menyesuaikan prinsip-prinsip syariah, transportasi online dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan mobilitas masyarakat, dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip syariah, IPTEK dalam hal ini penggunaan TIK (Teknik Informasi Komunikasi) dalam meningkatkan pengetahuan, dan hukum euthanasia dalam perspektif Islam. Teknologi digital dapat digunakan untuk meningkatkan literasi teknologi dengan menyediakan akses ke informasi, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan menyebarluaskan nilai-nilai Islam. Namun, penggunaan teknologi digital juga harus sesuai dengan prinsip-prinsip fiqhi, seperti menjaga privasi, menghindari fitnah, dan tidak melakukan penipuan. Penelitian ini juga menemukan bahwa ada beberapa tantangan dalam meningkatkan literasi teknologi dalam perspektif Islam, seperti kurangnya pemahaman tentang fiqhi teknologi dan kurangnya kemampuan menggunakan teknologi. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan literasi teknologi dalam perspektif Islam, seperti mengembangkan kurikulum literasi teknologi yang berbasis fiqhi, terutama pada permasalahan kontemporer dan meningkatkan kemampuan menggunakan teknologi dengan prinsip-prinsip fiqhi
MEMBANGUN GENERASI ISLAM TECH SAVVY: STRATEGI MEWUJUDKAN PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DIGITAL Rufaidah Salam
TEKNOS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/teknos.v4i1.814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi membangun generasi islam tech savvy: strategi mewujudkan pendidikan islam di era digital. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari riset kepustakaan (library reseach). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan. Pembahasan mencakup integrasi teknologi dalam pembelajaran, mengembangkan kurikulum yang adaptif, menciptakan lingkungan pembelajaran yang interaktif dan mengembangkan kemampuan guru. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan tersebut dapat menghasilkan lulusan yang unggul secara spiritual, intelektual, dan teknologis. Pendidikan Islam diharapkan mampu mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan produktif dalam menghadapi tantangan era digital. membangun generasi islam tech savvy memerlukan integrasi kurikulum, penguatan kompetensi guru, dan pembentukan karakter digital islami. dengan strategi ini, pendidikan islam mampu mencetak lulusan yang cakap teknologi, berakhlak mulia, serta siap berkontribusi positif dalam menghadapi tantangan dan peluang era digital. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk megintegrasikan teknologi dalam kurikulum Islam, tingkatkan literasi digital guru, dan terapkan adab digital Islami. Manfaatkan media pembelajaran digital serta jalin kemitraan dengan lembaga teknologi. Evaluasi dilakukan melalui portofolio digital agar lahir generasi Islam yang cakap teknologi, berakhlak, dan siap berkontribusi di era digital.