Sebastianus Fernandez
Universitas Nusa Cendana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

An Analysis of Body Language of Grade 8Th Students in English Lesson at SMP Negeri 9 Kupang Mariana Elisabet Mau Muskanan; Sebastianus Fernandez; Reyneldis Fernandez
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 3 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i3.26960

Abstract

The purpose of this study is to assist teachers, especially English teachers, in understanding the body language used by students during the teaching and learning process as a means of communication to indicate their interest in the lesson. This research employs a descriptive qualitative method. The subjects of the study are the students of Class VIII D at SMP Negeri 9 Kupang. The data collection instruments include observation tables, a camera for photos and videos, and writing tools such as notebooks and pens. Based on the findings, there are 16 types of body language produced during the learning process, namely: resting chin on hand, staring out the window, nodding, actively taking notes, occasionally covering the face with hands, apathetic facial expressions, playing with objects on the desk, making eye contact, sitting or standing lazily, using the phone without teacher instructions, forced smile or blank expression, yawning, slouching in the seat, doodling in the notebook, positive facial expressions, and briefly discussing with a classmate. There are also four categories of body language identified during the learning process: (1) eye contact, for example, looking directly at the teacher indicates attention; (2) facial expressions, such as forced smiles and positive expressions like smiling indicate boredom or amusement; (3) gestures, such as nodding which signifies agreement or understanding; and (4) body posture, for example, leaning forward while sitting or standing upright shows confidence or readiness.
Penguatan Keterampilan Dokumentasi Bahasa dan Metode Kerja Lapangan Sebagai Upaya Pelestarian Bahasa Daerah Karolus Budiman Jama; Jeremy Imanuel Balukh; Tamisha Lauren Tan; Sebastianus Fernandez; Yohanes Adventura L. B. Lamawato
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.27420

Abstract

Keberagaman bahasa daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi ancaman kepunahan akibat menurunnya jumlah penutur aktif dan minimnya kegiatan dokumentasi. Sebagai upaya pelestarian, telah dilaksanakan pelatihan dan praktik lapangan tentang dokumentasi bahasa yang berfokus pada bahasa Helong dengan tiga dialek utama, yaitu Pulau, Bolok, dan Funai. Program ini bertujuan membekali peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, dan praktisi bahasa dengan keterampilan merekam, mentranskripsi, menganotasi, dan mengarsipkan data kebahasaan. Melalui pelatihan kelas dan praktik lapangan, kegiatan ini menghasilkan data berupa rekaman audio, transkripsi, terjemahan, serta anotasi morfemis menggunakan perangkat lunak SayMore, ELAN, dan FLEx. Materi yang terdokumentasi mencakup topik budaya seperti adat perkawinan, mata pencaharian, dan cerita rakyat. Hasil refleksi peserta menunjukkan bahwa pelatihan ini relevan, aplikatif, dan meningkatkan kompetensi teknis serta kesadaran akan pentingnya dokumentasi bahasa. Kegiatan ini berkontribusi pada revitalisasi bahasa daerah dan dapat dijadikan model pelestarian berkelanjutan di Indonesia