Bahrun Bahrun
Universitas Syah Kuala

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Permainan Tradisional Egrang Batok untuk Meningkatkan Motorik Kasar Anak di PAUD Bungong Seurune Aceh Besar Safira Istiqamah; Rahmi Sofyan; Bahrun Bahrun
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 3 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i3.27130

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya permasalahan dalam kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun di PAUD Bungong Seurune Aceh Besar, khususnya dalam melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi untuk melatih kelenturan, keseimbangan, dan kelincahan, serta keterampilan menggunakan tangan kanan dan kiri. Padahal, berdasarkan Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA), anak pada usia tersebut seharusnya telah mampu menguasai kemampuan motorik kasar tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui permainan tradisional egrang batok. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah delapan orang anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap aktivitas guru dan perkembangan kemampuan motorik kasar anak, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan tradisional egrang batok mampu meningkatkan kemampuan motorik kasar anak secara signifikan. Anak menunjukkan perkembangan yang lebih baik dalam menjaga keseimbangan, mengoordinasikan gerakan tubuh, serta menggunakan tangan kanan dan kiri secara bergantian. Dengan demikian, permainan tradisional egrang batok direkomendasikan sebagai media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini.