Bawang adalah komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Permintaan bawang merah terus meningkat seiring pertumbuhan populasi. Penggunaan media tanam yang tepat akan menentukan pertumbuhan dan hasil panen. Secara umum media tanam yang baik adalah media tanah yang subur, kaya akan bahan organik, ketersediaan nutrisi dalam jumlah cukup, dan rasio udara dan air yang terkandung di dalamnya seimbang. Tujuan dari enelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis kompos baglog (limbah jamur tiram) terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman bawang merah. Penelitian telah dilakukan di polybag di petak percobaan, di Jl. Bypass Raya no. 24, Rajabasa Bandar Lampung. Periode penelitian 4 bulan dimulai dari bulan November 2016 sampai Februari 2017. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAKL) dengan lima ulangan. Komposisi kompos baglog dengan volume terdiri dari enam tingkatan: K0 = perlakuan kontrol; K1 = ground: baglog (3: 1); K2 = tanah: baglog (2: 1); K3 = ground: baglog (1: 1); K4 = tanah: baglog (1: 2); dan K5 = ground: baglog (1: 3). Kesimpulan penelitian: (a). Penerapan dosis kompos pada perlakuan K3 (baglog 50%: soil 50%) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan produksi yang lebih tinggi yaitu pada variabel tinggi tanaman = 53,57 cm; jumlah umbi = 5,40 buah; berat bohlam = 31,53 gram; dan diameter umbi = 2,05 cm. Sedangkan pada aplikasi kompos baglog dengan komposisi K2 (baglog 33%: 67% tanah) memberikan efek nyata terhadap variabel jumlah daun lebih besar yaitu sebanyak 13 helai, dan berat basah bawang putih bawang putih adalah 48,10 gram. Komposisi kompos Baglog dengan komposisi K4 (komplek 33% tanah: baglog kompos 67%) dan K5 (tanah 25%: kompos baglog 75%) menunjukkan hasil parameter rendah. Pada perlakuan K4 dan K5 Intensitas serangan layu fusarium mencapai 14,67%.