Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Mahkamah Agung dalam Penyelesaian Sengketa Administrasi Negara Selma Kemuning Aquinta
Jurnal Hukum Lex Generalis Vol 6 No 10 (2025): Tema Filsafat, Politik dan Etika Profesi Hukum
Publisher : Himpunan Ilmu Hukum dan Ilmu Hukum Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56370/jhlg.v6i10.2241

Abstract

This study analyzes the role of the Supreme Court in resolving state administrative disputes in Indonesia. As the pinnacle of judicial power, the Supreme Court has judicial, supervisory, and regulatory authority to uphold law and justice. The study employed a normative juridical method with a prescriptive approach. The results indicate that the Supreme Court's role faces various obstacles, including a high caseload, limited number of judges, overlapping authority, and a low understanding of administrative law. Reform through digitalization, increased capacity of judges, and simplified procedures are needed to strengthen legal protection for the public.
Tren dan Dinamika Penelitian Kebijakan Ekosistem Gambut Tahun 2023-2025: Sebuah Kajian Bibliometrik Naurah Athaya; Adellah; Alya Syafitri Lubis; Maria Immaculata Yovita Adventy; Selma Kemuning Aquinta
Publikauma : Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area Vol. 14 No. 1 (2026): PUBLIKAUMA, JUNI 2026
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/publika.v14i1.17865

Abstract

Keberadaan ekosistem gambut menjadi salah satu komponen krusial yang mempunyai berbagai peran dalam mendukung kelestarian lingkungan. Namun, meskipun mempunyai berbagai peran yang strategis, ekosistem gambut dalam beberapa dekade terakhir menghadapi berbagai ancaman yang serius. Sehingga, perhatian terhadap kebijakan ekosistem gambut mendorong peningkatan jumlah penelitian yang difokuskan pada topik tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren dan dinamika penelitian kebijakan ekosistem gambut dalam kurun waktu 2023 hingga 2025 dengan pendekatan bibliometrik. Adapun sumber data dalam penelitian ini yaitu dari basis data scopus yang diakses pada tanggal 17 maret 2025. Rentang waktu publikasi yang dipilih yaitu 2023-2025. Proses penelusuran dilakukan dengan memasukkan query pencarian: TITLE-ABS-KEY ("Peatlands" “Policy”) dan divisualisasikan dengan menggunakan perangkat lunak VOSViewers 1.6.20. Hasil penelitian ini yaitu menunjukkan terjadi peningkatan publikasi ilmiah mengenai ekosistem gambut dalam rentang waktu 2023-2025 yang didominasi oleh akses terbuka dan artikel ilmiah sebagai publikasi utama. Kemudian, terdapat 11 kluster topik utama yang mencakup aspek ekologi, karbon, restorasi, dan kebijakan. Adapun kolaborasi terbanyak berasal dari negara China, Indonesia, dan Inggris. Penerbit Elsevier menjadi penerbit yang paling produktif, diikuti oleh diikuti oleh John wiley and sons, serta springer. Saran penelitian ini yaitu diharapkan lebih mengeksplorasi topik yang kurang dominan dan melakukan pemuktahiran data tahun 2025 untuk hasil yang lebih akurat dan lengkap.
Optimization of Integrated Waste Management in Kamal Village, West Pemulutan District : Penelitian Selma Kemuning Aquinta; Alya Syafitri Lubis; Rahmat Hidayat; Yoga Jusri Pratama; Dea Natalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5769

Abstract

Waste management remains a challenge in many villages, including Kamal Village, which still relies on incineration and river disposal. This study aims to analyze the state of waste management, identify structural, institutional, and social factors that weaken the role of village government, and formulate an integrated optimization strategy. The method used is descriptive qualitative through observation, interviews with village officials, the community, and the Environmental Agency, and documentation studies. The results indicate that management is suboptimal due to the absence of village regulations, limited facilities and budget, weak official capacity, lack of coordination, and low public awareness and participation. Optimization strategies include policy advocacy, capacity building, and the implementation of Appropriate Technology (TTG) such as the preparation of Village Regulations, the establishment of Task Forces and Waste Banks, environmental education, and the use of composters and fly larvae cultivation. It is concluded that synergy between village government, the community, and stakeholders is key to realizing an effective, participatory, and sustainable integrated waste management system.