Pembelajaran pada jenjang sekolah dasar menuntut pendekatan yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta membantu mereka memahami konsep secara bermakna. Pada materi mengenal energi di kelas III SD Negeri 2 Karang Anyar Langsa, siswa menunjukkan keterbatasan pemahaman akibat pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru dan kurang memberikan pengalaman langsung. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang dirancang untuk melibatkan siswa dalam kegiatan penyelidikan, diskusi kelompok, dan pemecahan masalah berbasis fenomena nyata. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest–posttest, melibatkan 20 siswa sebagai sampel melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes hasil belajar, sedangkan aktivitas belajar diamati melalui lembar observasi. Analisis dilakukan menggunakan uji Paired Sample T-Test setelah data diuji normalitasnya untuk memastikan kelayakan uji parametrik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata nilai siswa dari 65,70 pada pretest menjadi 78,70 pada posttest, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang menandakan adanya pengaruh signifikan penerapan PBL terhadap hasil belajar. Selain peningkatan nilai, aktivitas belajar siswa juga menunjukkan perkembangan positif melalui peningkatan keaktifan, keberanian berdiskusi, dan kemampuan bekerja sama. Integrasi kearifan lokal Aceh dalam pembelajaran turut mendukung pemahaman siswa terhadap penerapan energi dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa PBL efektif digunakan sebagai model pembelajaran alternatif untuk meningkatkan hasil belajar dan keterampilan ilmiah siswa pada mata pelajaran IPAS.