Andika Siswoyo
Universitas Trunojoyo Madura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INTEGRASI KONTEKS LOKAL DALAM PEMBELAJARAN IPS: ANALISIS KESIAPAN GURU DAN LITERASI SOSIAL-BUDAYA SISWA KELAS V SDN BANYUAJUH 3 Hanifah Muslimah; Andika Siswoyo
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36478

Abstract

ABSTRACT This study explores the integration of local context in social studies (IPS) learning at Grade V of SDN Banyuajuh 3, Bangkalan, Madura, with a focus on teacher readiness and its implications for students’ socio-cultural literacy. Using a qualitative descriptive approach with single-case study design, data were collected through four classroom observations, a semi-structured interview with the homeroom teacher, and document analysis. Findings indicate that while the teacher expresses strong support for contextual learning stating, “If there is teaching material that supports it, I highly encourage it” actual classroom practice remains textbook-driven and disconnected from students’ local realities (e.g., fishing and trading activities). Students show limited ability to relate academic concepts to their daily social environment. This gap is not due to teacher resistance, but to the lack of context-responsive teaching materials. The study concludes that teacher readiness is a critical asset for innovation, and the development of CRT based e-modules holds high potential for successful implementation. This research serves as a needs analysis for future development studies in culturally responsive elementary education. Keywords: local context integration, social studies learning, socio-cultural literacy ABSTRAK Penelitian ini mengkaji integrasi konteks lokal dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di kelas V SDN Banyuajuh 3, Bangkalan, Madura, dengan fokus pada kesiapan guru dan implikasinya terhadap literasi sosial-budaya siswa. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan desain studi kasus tunggal, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara semi-terstruktur dengan wali kelas, serta analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa meskipun guru menyatakan dukungan penuh terhadap pembelajaran kontekstual dengan pernyataan: “Kalau ada bahan ajar yang mendukung, saya sangat menganjurkannya” praktik di kelas masih sangat bergantung pada buku teks nasional dan terlepas dari realitas lokal siswa (misalnya: kegiatan nelayan dan perdagangan). Siswa memiliki kemampuan terbatas dalam menghubungkan konsep akademis dengan lingkungan sosial sehari-hari. Kesenjangan ini bukan disebabkan oleh penolakan guru, melainkan oleh tidak tersedianya bahan ajar yang responsif konteks. Penelitian menyimpulkan bahwa kesiapan guru merupakan aset penting untuk inovasi, dan pengembangan e-modul berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) memiliki potensi tinggi untuk diimplementasikan. Hasil penelitian ini dapat menjadi analisis kebutuhan bagi penelitian pengembangan selanjutnya di bidang pendidikan dasar responsif budaya. Kata Kunci: pembelajaran IPS, integrasi konteks lokal, literasi sosial-budaya