Sigit Ambar Widyawati
Universitas Ngudi Waluyo Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Tingkat Pemahaman Petani Bawang Merah terhadap Bahaya Paparan Merkuri di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah Alfan Afandi; Kartika Dian Pertiwi; Sigit Ambar Widyawati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36534

Abstract

Merkuri (Hg) merupakan logam berat yang bersifat toksik, persisten, dan dapat terakumulasi dalam rantai makanan. Paparan merkuri dapat terjadi melalui tanah, tanaman, dan pestisida. Petani bawang merah berisiko tinggi terhadap paparan ini, namun tingkat pengetahuan mereka masih sedikit dipahami. Penelitian ini bertujuan menilai tingkat pemahaman petani bawang merah di Brebes mengenai sumber paparan, jalur paparan, dan dampak kesehatan merkuri serta hubungannya dengan karakteristik demografis. Penelitian observasional cross-sectional dilakukan pada 80 petani bawang merah di tiga kecamatan utama Brebes. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur pengetahuan tentang merkuri. Analisis deskriptif digunakan untuk distribusi pengetahuan, dan uji chi-square digunakan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan faktor demografis (α = 0,05). Mayoritas petani (68,8 %) memiliki pengetahuan rendah, 21,3 % sedang, dan 10 % tinggi. Pengetahuan tentang jalur paparan melalui tanah, inhalasi, dan konsumsi tanaman masih terbatas. Analisis chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara pendidikan (p = 0,01) dan pengalaman bertani (>15 tahun, p = 0,03) dengan tingkat pengetahuan. Tingkat pemahaman petani bawang merah di Brebes terhadap bahaya merkuri masih rendah. Intervensi edukasi, penyuluhan, dan praktik pertanian aman perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko paparan.