Transformasi pendidikan di era teknologi menuntut institusi untuk mengoptimalkan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIM) berbasis digital sebagai alat strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pembelajaran. Namun, implementasi SIM di banyak sekolah dan madrasah masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya kompetensi digital guru, pemanfaatan sistem yang belum maksimal, serta keterbatasan infrastruktur yang menghambat efektivitas pengelolaan data dan komunikasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran SIM digital dalam meningkatkan layanan akademik, mengidentifikasi hambatan implementasi yang muncul di tingkat satuan pendidikan, serta merumuskan strategi optimalisasi yang relevan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui telaah jurnal, buku, dan dokumen terkait manajemen pendidikan digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa SIM digital mampu meningkatkan efisiensi administrasi, mempercepat akses informasi bagi guru, siswa, dan orang tua, serta mendukung integrasi dengan platform Learning Management System (LMS) untuk memperbaiki mutu pembelajaran. Meski demikian, efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh kesiapan SDM, tata kelola data, integrasi sistem, serta dukungan kebijakan dan infrastruktur. Implikasi penelitian menegaskan bahwa optimalisasi SIM membutuhkan peningkatan literasi digital pendidik, penguatan infrastruktur, standardisasi manajemen data, dan komitmen kelembagaan untuk menerapkan tata kelola teknologi yang berkelanjutan. Dengan demikian, SIM digital dapat menjadi instrumen utama dalam mewujudkan layanan pembelajaran yang lebih responsif, akurat, transparan, dan adaptif di era teknologi.