Indrayuda
Universitas Negeri Padang, Padang, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Eksistensi Tari Persembahan Makan Sirih Sebagai Budaya Tradisi Baru Masyarakat Kabupaten Siak Sri Indrapura Provinsi Riau Maya Novita Sari; Indrayuda
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2024 - Januari 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i1.4062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan tentang keberadaan/eksistensi, proses pelaksanaan tradisi Tari Persembahan makan sirih sebagai budaya tradisi baru di masyarakat Kabupaten Siak Sri Indrapura Provinsi Riau dan mengapa masyarakat masih mempertahankan tradisi Tari Persembahan makan Sirih. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan alat tulis, kamera dan handphone. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik penjamin keabsahan data menggunakan kriteria keterpercayaan, keterlibatan, ketergantungan dan kepastian. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menyimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  eksistensi Tari Persembahan makan sirih sebagai budaya tradisi baru masyarat Kabupaten Siak Sri Indrapura Provinsi Riau terdiri dari 2 aspek, yaitu aspek peran dan aspek kegunaan. Aspek peran Tari Persembahan Makan Sirih adalah untuk pembinaan minat dan bakat bagi pemuda pemudi melayu. Sedangkan aspek kegunaan Tari Persembahan Makan Sirih adalah ini juga memiliki kegunaan untuk menyambut tamu kehormatan.  Bentuk pelaksanaan tradisi Tari Persembahan Makan Sirih adalah Tari Persembahan Makan Sirih versi dulu yang sangat sederhana, untuk gerakan pada Tari Persembahan Makan Sirih diambil dari gerakan yang sudah ada yaitu dari gerakan Tari Menjunjung Duli dari kerajaan Siak. Alasan Masyarakat Mempertahankan Tari Tradisi Makan Sirih Bagi Masyarakat Kabupaten Siak Sri Indrapura Provinsi Riau adalah menjaga identitas bangsa, tetapi juga memperkaya khazanah budaya dunia.
Pergelaran Maarak Kapalo Ameh : Wujud Pelestarian Budaya Melalui Penerapan P5 dan Kearifan Lokal di SMA Negeri 1 Matur Indah Novita Sari; Agustina; Indrayuda; Elida
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i2.4313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan implementasi pelestarian  budaya melalui penerapan program P5 dan kearifan lokal di kelas X SMA Negeri 1 Matur, prosesi acara Maarak Kapalo Ameh sebagai kearifan lokal masyarakat Matur dan nilai-nilai yang terkandung pada acara maarak kapalo ameh sebagai kearifan lokal masyarakat Matur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian ini adalah kepala sekolah, waka kesiswaan dan guru. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan tulis, perekam suara, dan kamera. Pengambilan sampel menggunakan teknik snowball sampling. Data dikumpulkan melalui tahap persiapan, survey lapangan, teknik observasi dan teknik wawancara  Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi Maarak Kapalo Ameh di SMA Negeri 1 Matur berhasil dilakukan melalui penerapan Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang berbasis kearifan lokal dengan memperkenalkan budaya lokal kepada siswa dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan religius melalui aktivitas kolaboratif. Nilai-nilai budaya yang terkandung dalam Maarak Kapalo Ameh mencakup dimensi sosial, spiritual, dan edukatif. Dimensi sosial tercermin dari kolaborasi yang terjalin selama persiapan dan pelaksanaan acara, sedangkan dimensi spiritual menunjukkan hubungan mendalam antara tradisi dan kehidupan masyarakat. Nilai edukatif berkontribusi pada pembentukan karakter siswa, menjadikan mereka lebih sadar akan pentingnya menjaga keberlanjutan budaya lokal. Integrasi kearifan lokal dalam pendidikan formal dilakukan melalui Maarak Kapalo Ameh dan Program P5 yang merupakan strategi yang efektif dalam melestarikan budaya. Pendekatan ini tidak hanya mempertahankan tradisi lokal tetapi juga memperkuat karakter pelajar sebagai generasi penerus yang memiliki kesadaran budaya. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk mengembangkan program serupa sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya nasional.
Pengaruh Media Sosial terhadap Habitus, Persepsi, dan Komodifikasi Seni Rupa Kontemporer Urban Berdampak pada Arah dan Kurikulum Pendidikan Seni Lusi Heldayani; Indrayuda; Heldi; Jupriani
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (April - Mei 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i3.7983

Abstract

Media sosial telah menjadi arena penting yang memengaruhi praktik produksi, distribusi, dan konsumsi seni rupa kontemporer urban, sekaligus membentuk habitus kreatif, persepsi estetis, dan mekanisme komodifikasi karya seni. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana media sosial memengaruhi habitus seniman dan audiens, perubahan persepsi nilai seni, serta percepatan komodifikasi, dan bagaimana dinamika tersebut berdampak pada arah serta pengembangan kurikulum pendidikan seni. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif sosioantropologi melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis praktik digital. Kerangka teori memadukan konsep habitus dan arena budaya, teori mediatization, serta ekonomi kreatif untuk memahami hubungan antara praktik seni dan ruang digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial membentuk orientasi produksi seni berbasis visibilitas, identitas performatif, dan strategi branding, yang memengaruhi persepsi audiens terhadap nilai estetika dan fungsi sosial seni. Proses ini mendorong komodifikasi yang semakin terintegrasi dengan logika ekonomi perhatian. Dampaknya, pendidikan seni perlu mengadaptasi kurikulum yang responsif terhadap literasi digital, kritik visual, dan pemahaman ekonomi budaya agar relevan dengan ekosistem seni kontemporer. Studi ini menegaskan pentingnya rekonstruksi pedagogi seni dalam menghadapi transformasi budaya digital.