Elok Savitri Pusparini
Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Attitude dan Enjoyment Terhadap Learning Outcome pada Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Berbasis E-Learning di Perusahaan Manufaktur Richard Rizaldi; Elok Savitri Pusparini
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Juni - Juli 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i4.4864

Abstract

Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memiliki peran penting dalam mencegah kecelakaan dan melindungi keselamatan pekerja di berbagai sektor, termasuk industri manufaktur. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan pelatihan K3, terutama setelah pandemi COVID-19, pelatihan berbasis e-learning semakin diterapkan untuk memberikan fleksibilitas dan efisiensi. Namun, efektivitas pelatihan K3 berbasis e-learning di lingkungan manufaktur masih belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh attitude toward online education dan enjoyment terhadap learning outcome pada pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berbasis e-learning di perusahaan manufaktur. Dengan menggunakan pendekatan quantitative confirmatory, penelitian dilakukan pada 358 responden yang terdiri dari operator, foreman, dan section head di salah satu perusahaan manufaktur di Jakarta. Analisis data menggunakan Covariance-Based Structural Equation Modeling (CB-SEM) menunjukkan bahwa attitude toward online education berpengaruh positif dan signifikan terhadap enjoyment, enjoyment berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention to use, dan intention to use berpengaruh positif dan signifikan terhadap behavioral change. Namun, attitude toward online education tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap intention to use. Temuan penelitian ini memberikan implikasi penting bagi perusahaan manufaktur dalam pengembangan strategi pelatihan K3 berbasis e-learning yang efektif, dengan menekankan pentingnya menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan untuk meningkatkan intention to use dan behavioral change terkait keselamatan kerja.
Change Engagement sebagai Mekanisme Mediasi Antara Dukungan Organisasi dan Psikologis Terhadap Perilaku Proaktif di Sektor Publik Annisa Azka Nabilah; Elok Savitri Pusparini
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Juni - Juli 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i4.5101

Abstract

Restrukturisasi organisasi yang dipicu oleh perubahan kepemimpinan berdampak besar terhadap struktur, alur kerja, dan budaya dalam institusi publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sumber daya organisasi dan kondisi psikologis yang berkaitan dengan perubahan yaitu kebermaknaan perubahan, rasa aman secara psikologis, dan efikasi diri terhadap perilaku kerja proaktif, dengan change engagement sebagai variabel mediasi. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan desain potong lintang dan penjelasan kausal. Data diperoleh dari 400 responden valid melalui survei daring. Teknik analisis dilakukan dengan pendekatan Partial Least Squares-SEM menggunakan perangkat lunak SmartPLS. Alat ukur yang digunakan mengacu pada skala yang telah divalidasi oleh Albrecht et al. (2022; 2023). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya organisasi berpengaruh positif terhadap sumber daya pekerjaan, yang pada gilirannya meningkatkan keterlibatan dalam perubahan. Rasa aman secara psikologis dan efikasi diri memiliki pengaruh signifikan terhadap engagement, sedangkan kebermaknaan perubahan menunjukkan pengaruh yang terbatas. Change engagement terbukti memediasi secara kuat hubungan antara faktor organisasi dan psikologis dengan perilaku kerja proaktif. Temuan ini mendukung model change engagement dan menekankan pentingnya dukungan struktural dan psikologis dalam proses perubahan di sektor publik.