Eva Dianawati Wasliman
Universitas Islam Nusantara, Bandung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Penerapan Program Sekolah Pencetak Wirausaha Terhadap Peningkatan Minat Berwirausaha Siswa SMK Chepi Septiana Muharam; Eva Dianawati Wasliman
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Juni - Juli 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i4.4970

Abstract

Pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam membentuk tenaga kerja yang kompetitif dan sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan Program Sekolah Pencetak Wirausaha (PSPW), yang bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan bisnis dan manajerial guna mendorong mereka menciptakan peluang usaha sendiri. Meskipun program ini telah diterapkan di berbagai sekolah, tantangan dalam meningkatkan minat kewirausahaan siswa masih menjadi kendala utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penerapan PSPW di SMKN PP dan SMK Assulaimaniyyah Kabupaten Cianjur serta mengevaluasi dampaknya terhadap peningkatan minat berwirausaha siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang diterapkan meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Sumber data penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru pembimbing kewirausahaan, siswa peserta PSPW, serta pihak-pihak terkait lainnya yang mendukung program ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSPW berkontribusi signifikan dalam meningkatkan keterampilan serta kepercayaan diri siswa dalam berwirausaha. Namun, program ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan modal, akses pasar yang terbatas, kurangnya keterlibatan dunia industri, dan dukungan orang tua yang belum optimal. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa PSPW memiliki potensi besar dalam menciptakan wirausahawan muda yang mandiri. Untuk meningkatkan efektivitasnya, diperlukan strategi penguatan, seperti peningkatan akses modal, optimalisasi pemasaran digital, serta kolaborasi yang lebih erat antara sekolah, dunia industri, dan pemerintah untuk mendukung keberlanjutan program ini.
MEMBANGUN MANAJEMEN DAN BIMBINGAN KONSELING RESPONSIF DISEKOLAH MENENGAH PERTAMA STUDI KASUS DI SMP 3 CIPATAT Nina Ambarawati; Sri Handayani; Eva Dianawati Wasliman
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.10748

Abstract

Student problems at the junior high school level are becoming increasingly complex, encompassing academic, social, emotional, and behavioral aspects, thus requiring guidance and counseling (GC) services that are managed systematically and responsively. However, the management of GC services in schools still faces challenges related to needs-based planning, institutional coordination, and measurable service evaluation. This study aims to analyze responsive guidance and counseling management in addressing student problems at SMP Negeri 3 Cipatat based on the management functions of planning, organizing, actuating, and controlling (POAC). This research employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews with the principal, guidance and counseling teacher, homeroom teachers, subject teachers, and students, complemented by observation and document analysis. Data analysis was conducted interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing, with triangulation applied to ensure data validity. The results indicate that guidance and counseling management at SMP Negeri 3 Cipatat has practically implemented the POAC functions and demonstrates a responsive approach to students’ needs. Service planning is based on needs analysis through student needs assessment questionnaires and observation, although it is constrained by data validity and the limited professional experience of the counseling teacher. The organizing and implementation of services are carried out collaboratively; however, evaluation remains process-oriented and has not yet applied outcome-based indicators. This study concludes that strengthening guidance and counseling management is still required to ensure more effective and sustainable services.