Ade Tutty R. Rosa
Universitas Islam Nusantara, Bandung, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Literasi dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Berbasis Montesori Laras Octawa Zimbalist; Ade Tutty R. Rosa
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus-September 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i5.5435

Abstract

Penelitian ini mengkaji manajemen literasi dalam meningkatkan prestasi belajar siswa berbasis Montessori di sekolah dasar. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif dan desain studi kasus, penelitian dilaksanakan di SD Negeri Ciwaru, Kabupaten Cianjur, yang konsisten menerapkan program literasi berbasis pendekatan Montessori sejak 2021. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi manajemen literasi dijalankan secara sistematis mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, koordinasi, hingga pengendalian. Tahap perencanaan dimulai dari asesmen awal, penentuan tujuan program, dan pemilihan media Montessori. Pengorganisasian melibatkan pembentukan tim literasi sekolah dan pembagian peran yang jelas. Pengarahan dilakukan kepala sekolah secara komunikatif dan suportif. Pengkoordinasian dilakukan melalui pedoman teknis dan penyamaan persepsi antar guru. Sementara pengendalian dilaksanakan melalui supervisi dan evaluasi berkala berbasis data perkembangan siswa. Faktor pendukung keberhasilan program meliputi ketersediaan media, dukungan kepala sekolah dan guru, serta keterlibatan orang tua. Kendala utama berupa variasi kesiapan siswa dan kebutuhan waktu yang panjang. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen literasi berbasis Montessori dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca dan prestasi belajar siswa secara berkelanjutan.
Manajemen Pemanfaatan Informasi Teknologi oleh Guru dalam Kegiatan Pembelajaran di Sekolah Penggerak Rina Nurhayani; Ade Tutty R. Rosa
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus-September 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i5.5451

Abstract

Penelitian ini mengkaji manajemen pemanfaatan teknologi informasi (TI) oleh guru dalam kegiatan pembelajaran di sekolah penggerak sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, dilaksanakan di SDN Bojongherang, Kecamatan Cianjur, yang telah aktif menerapkan program Sekolah Penggerak dan mengintegrasikan pembelajaran berbasis TI secara sistematis. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam setiap tahap manajemen, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan. Perencanaan dilakukan melalui analisis kebutuhan infrastruktur, pelatihan guru, dan integrasi strategi pembelajaran berbasis digital dalam kurikulum. Pengorganisasian dilakukan dengan pembentukan tim IT sekolah dan distribusi tugas yang spesifik untuk mendukung pengelolaan perangkat dan pelatihan. Pelaksanaan meliputi penggunaan platform digital seperti Google Classroom dan Zoom, serta pendampingan teknis dari guru IT untuk meningkatkan keterampilan guru lainnya. Pengawasan dilakukan secara berkala melalui supervisi kelas dan evaluasi kinerja guru berbasis pemanfaatan TI. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan perangkat, variasi kemampuan guru, dan kurangnya dukungan dari orang tua. Solusi yang diterapkan mencakup pelatihan berkelanjutan, optimalisasi perangkat yang ada, kerja sama dengan pihak eksternal, serta sosialisasi kepada siswa dan orang tua tentang pentingnya literasi digital. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) secara kontekstual dan partisipatif oleh kepala sekolah mampu membangun budaya pembelajaran berbasis TI yang adaptif dan berkelanjutan.
Implementasi Segitiga Restitusi untuk Meningkatkan Lingkungan Budaya Positif di Sekolah Dasar M.Y. Fakhrudin; Ade Tutty R. Rosa
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus-September 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i5.6326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Segitiga Restitusi sebagai pendekatan humanis dan restoratif untuk membangun budaya positif di sekolah dasar. Studi dilakukan di SDN Pasirluhur Kabupaten Bandung dan SDN 248 Sindangsari Kota Bandung dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru BK/petugas khusus, guru kelas, dan peserta didik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode, member checking, serta audit trail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Segitiga Restitusi di kedua sekolah berjalan selaras dengan siklus PDCA (Plan–Do–Check–Act). Tahap perencanaan dilakukan secara partisipatif dengan penyusunan panduan pelaksanaan, penyiapan perangkat pendukung, dan sosialisasi konsep kepada guru dan siswa. Tahap pelaksanaan menempatkan guru sebagai fasilitator dialog restoratif yang memandu siswa merefleksikan kesalahan, memahami dampaknya, dan merumuskan perbaikan perilaku. Tahap pemeriksaan dilakukan melalui evaluasi komprehensif berbasis data kuantitatif dan kualitatif, yang menunjukkan penurunan signifikan kasus pelanggaran berulang. Tahap tindak lanjut meliputi penyesuaian prosedur, pelatihan lanjutan, pelibatan aktif siswa, serta integrasi program dengan kegiatan sekolah lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan Segitiga Restitusi ditentukan oleh perencanaan matang, pelaksanaan konsisten, evaluasi berbasis data, dan tindak lanjut berkesinambungan. Pendekatan ini tidak hanya efektif dalam mengurangi perilaku negatif, tetapi juga membangun rasa saling menghormati, tanggung jawab sosial, dan keterikatan emosional antara guru dan siswa. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi sekolah dasar di Indonesia dalam mengembangkan strategi pembinaan karakter yang berkelanjutan dan membentuk lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta mendukung perkembangan holistik peserta didik.