Yosal Iriantara
Universitas Islam Nusantara, Bandung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Pengawasan Sarana Prasarana Pendidikan untuk meningkatkan Mutu Pembelajaran Siswa Sekolah Menengah Atas Andi Suhandi; Yosal Iriantara
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus-September 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i5.5756

Abstract

Penelitian ini mengkaji manajemen pengawasan sarana dan prasarana pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai strategi untuk meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, penelitian ini dilakukan di beberapa SMA di Kabupaten Purwakarta yang telah menerapkan sistem pengawasan secara sistematis dan partisipatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan sarana dan prasarana meliputi tiga fungsi utama: monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut. Monitoring dilakukan secara rutin untuk mendeteksi dini potensi kerusakan dan melibatkan guru serta siswa dalam pelaporan kondisi fasilitas. Evaluasi dilakukan tidak hanya terhadap kelayakan fisik, tetapi juga terhadap tingkat pemanfaatan fasilitas dalam pembelajaran. Tindak lanjut menjadi bukti konkret dari hasil evaluasi, diwujudkan dalam bentuk perbaikan fasilitas, pengadaan alat baru, dan peningkatan kapasitas teknis staf. Seluruh proses ini mencerminkan penerapan fungsi manajemen klasik menurut George R. Terry, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Tantangan utama seperti keterbatasan anggaran dan sumber daya diatasi melalui strategi kolaboratif antar pemangku kepentingan, termasuk komite sekolah dan mitra eksternal. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen pengawasan yang kontekstual dan berbasis partisipasi dapat menjadi model efektif dalam menjaga kualitas fasilitas pendidikan serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, adaptif, dan mendukung pencapaian tujuan kurikulum.
Implementasi Pendidikan Karakter dalam Mencegah Bullying di Sekolah Menengah Atas Khamisah Nurdini; Yosal Iriantara
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus-September 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i5.6323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter dalam mencegah bullying di Sekolah Menengah Atas, dengan fokus pada studi kasus di SMAN 1 Banjaran dan SMAN 13 Bandung. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, mengacu pada model PDCA (Plan–Do–Check–Act) sebagai kerangka analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, wali kelas, guru BK, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan implementasi pendidikan karakter dilakukan secara kolaboratif dan berbasis pada kebutuhan kontekstual sekolah. Pelaksanaan program meliputi integrasi nilai karakter dalam pembelajaran, pembiasaan sikap positif, kegiatan anti-bullying, serta keterlibatan teman sebaya dan komunitas sekolah. Pemeriksaan dilakukan melalui observasi dan kuesioner untuk menilai efektivitas program dan perubahan perilaku peserta didik. Tindak lanjut dilakukan melalui penguatan kebijakan sekolah, pelatihan guru, pelibatan orang tua, dan pembentukan tim pemantau. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi pendidikan karakter yang dirancang secara sistematis dan partisipatif dapat menjadi strategi preventif yang efektif dalam menekan perilaku bullying di sekolah. Namun demikian, dibutuhkan penguatan evaluasi berbasis data dan sistem dukungan lintas aktor agar program dapat berjalan secara berkelanjutan dan berdampak lebih luas.