Alya Gallang
Universitas Dumoga Kotamobagu, Kotamobagu, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Lokal Pantai Pinagut Bolaang Mongondow Utara Aisya Mutiarasari; Maikel Sanger; Alya Gallang; Trianingsih Makalalag
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Oktober-November 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i6.6556

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui model pengembangan pariwisata berkelanjutan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat lokal di Pantai Pinagut Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dan analisis data kualitatif dengan paradigma post-positivisme. Adapun proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan studi dokumentasi. Hasil yang ditemukan dilakukan kodefikasi untuk menemukan kategori dan kata kunci yang sesuai dengan indikator pada masing-masing dimensi CBT yang mencakup (dimensi ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, dan politik) yang berkembang di masyarakat terhadap perkembangan pariwisata berdasarkan paradigma dan fenomena yang terjadi di destinasi pantai pinagut. Hasil penelitiannya yaitu: model konseptual CBT di Pantai Pinagut dapat dipahami melalui pendekatan piramida, di mana food tourism dan kelembagaan menjadi fondasi, diikuti oleh infrastruktur, UMKM, homestay, atraksi budaya, pemandu wisata, dan pelestarian lingkungan sebagai puncaknya. Model ini menekankan bahwa keberhasilan CBT hanya dapat dicapai melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan stakeholder lain, dengan tujuan akhir berupa peningkatan pendapatan masyarakat lokal secara berkelanjutan. Adapun pendapatan masyarakat lokal mengalami lonjakan sebesar pendapatan Rp310.000 dibanding 2021 (sekitar 34,8%). Dalam 2 tahun terakhir, kenaikan pendapatan mencapai Rp550.000 (sekitar 45,8%). Secara keseluruhan, sejak dimulainya CBT (2022–2024), pendapatan naik 96,6% dibanding periode sebelum CBT.