Sri Maulidia Permatasari
Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor Resistensi Mahasiswa Lewat Masa Studi Program Pascasarjana Universitas Terbuka: Perspektif Pengelola Nurmala Pangaribuan; Sri Maulidia Permatasari; Melisa Arisanty
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i1.6615

Abstract

Pembelajaran jarak jauh menghilangkan hambatan oleh tempat tinggal di remote area, tidak diizinkan meninggalkan rumah, atau tempat kerja untuk belajar. UT Daerah membantu proses perkuliahan dalam layanan akademik dan kegiatan administrasi. Permasalahan besar di UT Daerah saat ini adalah jumlah mahasiswa lewat masa studi (LMS) terus meningkat sampai tahun 2023. UT Daerah perlu menindaklanjuti agar mahasiswa tetap lanjut dan menyelesaikan studi. Berdasarkan data mahasiswa Pascasarjana bulan November 2023, mahasiswa LMS di Universitas Terbuka tersebar di 39 UT Daerah. Tujuan penelitian untuk mengkaji faktor yang mempengaruhi resistensi mahasiswa,dan mencari solusi dalam mengatasi masalah mahasiswa LMS menurut perspektif pengelola. Pendekatan kualitatif digunakan yaitu dengan melakukan wawancara secara mendalam kepada pengelola UT Daerah yang terpilih agar mendapatkan hasil yang lebih spesifik. Sampel berdasarkan UT Daerah yang memiliki jumlah mahasiswa LMS paling banyak, yaitu Jakarta, Medan, Pekanbaru, dan Batam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi mahasiswa LMS berlatarbelakang berbagai faktor, yakni student engagement perlu ditingkatkan, keterbatasan dalam mengakses sarana dan prasarana pembelajaran, keterbatasan finansial, fisik dan psikologis, seperti demotivasi, kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, ditambah kesibukan kerja. Hal ini diperkuat oleh hasil wawancara dengan pengelola S2, mahasiswa tidak memiliki strategi belajar yang efektif. Adapun pengaturan waktu, keterampilan belajar mandiri di PTJJ, kunci untuk meningkatkan ketahanan akademik, dan sukses ketika menghadapi kendala dan masalah akademik. Lebih jauh dapat meminimalisir jumlah mahasiswa lewat masa studi.