Sri Mirnawati
Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Otonomi Sekolah dan Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah Sri Mirnawati; Milawati; Hairullah; Aslamiah; Celia Cinantya
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i1.6715

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya mutu pendidikan di berbagai sekolah, khususnya yang disebabkan oleh ketimpangan sumber daya, lemahnya kapasitas manajerial, serta minimnya partisipasi masyarakat. Otonomi sekolah dipandang sebagai strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui pemberian kewenangan kepada sekolah dalam mengelola sumber daya, program, dan kebijakan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menggali implementasi otonomi sekolah dalam peningkatan mutu berbasis sekolah, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang adaptif terhadap konteks lokal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, komite sekolah, pengawas, dan orang tua. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan otonomi sekolah memberi dampak positif terhadap peningkatan mutu melalui pengelolaan anggaran yang lebih tepat sasaran, pengembangan program sesuai kebutuhan, serta peningkatan partisipasi masyarakat saat komite sekolah dilibatkan secara aktif. Namun, efektivitas otonomi sangat bergantung pada kapasitas kepemimpinan kepala sekolah, sistem administrasi, dan mekanisme monitoring yang ada. Tantangan yang muncul meliputi beban administrasi yang meningkat, partisipasi komite yang masih bersifat formal, serta lemahnya indikator mutu. Maka, diperlukan pelatihan manajerial bagi kepala sekolah dan guru, penguatan peran komite, serta sistem evaluasi mutu yang komprehensif. Kebijakan pemerataan sumber daya juga penting untuk mencegah kesenjangan antar sekolah.