Margaretha Hanita
Universitas Indonesia, Depok, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kontra Naratif Kebijakan Pembentukan Danantara untuk Mendukung Ketahanan Ekonomi Nasional Indonesia Siti Maria Mega Aryanti; Margaretha Hanita
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i1.6942

Abstract

Pembentukan Danantara sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia oleh pemerintahan Prabowo-Gibran menuai pro dan kontra di ruang publik. Artikel ini menganalisis kontra narasi kebijakan tersebut dengan pendekatan Narrative Policy Analysis (NPA) untuk memahami persepsi, kritik, dan rekomendasi terhadap keberadaan Danantara dalam konteks ketahanan ekonomi nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data sekunder dari media daring nasional dan internasional, yang dikodekan berdasarkan empat dimensi ketahanan ekonomi: stabilitas makroekonomi, efisiensi pasar, tata kelola pemerintahan yang baik, dan pembangunan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontra narasi didominasi oleh isu kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola, yang menimbulkan ketidakpercayaan publik. Di sisi lain, narasi pemerintah mengklaim bahwa Danantara telah menerapkan prinsip good corporate governance. Melalui analisis metanarasi, artikel ini merekomendasikan strategi pengembangan kebijakan berupa peningkatan akses data publik, pembentukan pakta integritas, regulasi anti-korupsi, serta penguatan riset dan reformasi tata kelola. Dengan demikian, Danantara diharapkan dapat berfungsi secara efektif sebagai pilar ketahanan ekonomi nasional.
Fragile Indonesia, Resilient Indonesia: Understanding Indonesia's Position in The Global War For Talent Asep Sukmayadi; Avanti Fontana; Margaretha Hanita; Solikhah Yuliatiningtyas
Proceedings of International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 12 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper examines the strategic meaning of Indonesia’s position in the phenomenon commonly referred to as the “global war for talent”. By reassessing Indonesia’s position measured by Global Talent Competitiveness Index (GTCI) in year of 2020-2023, this study discuss the strategic significance of Indonesia’s position in a broader view. Indonesia’s position in the Global Talent Competitiveness Index reflects a strategic paradox. On the one hand, Indonesia possesses significant demographic potential and abundant human resources; on the other hand, the country continues to face structural vulnerabilities in global talent competitiveness. The findings therefore indicate that Indonesia’s relatively modest position in global talent competitiveness is not merely an educational issue, but also reflects broader structural challenges. In this context, global talent competitiveness should be understood as an integral dimensions of national resilience, since the capacity to develop, attract, and retain talent increasingly determines a nation’s ability to survive and compete in the global arena. This study argues that strengthening Indonesia’s talent competitiveness requires an integrated national talent management in a long-term national resilience frameworks. Therefore, the discourse on global talent competitiveness and talent development should not be viewed solely as a sectoral educational agenda, but as a strategic geopolitical and national resilience issue in midst of an increasingly volatile and uncertain global environment.