Damanhuri Damanhuri
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Metode Dril Amtsilati dan Sorogan dalam Pembelajaran Matn Al-Ajurumiyah: Studi pada pesantren darul ulum margoyoso Charles wahyu Wahyu Perdana; Damanhuri Damanhuri; Umi Hijriyah Hijriyah; Ahmad Basyori Basyori
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37443

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi metode Dril Amtsilati dan Sorogan dalam pembelajaran Matn Al-Ajurumiyah di Pondok Pesantren Darul Ulum Margoyoso Tanggamus, serta menganalisis kontribusinya terhadap peningkatan kemampuan Nahwu santri. Desain/Metodologi/Pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari ustadz dan santri kelas Wustho Tsani yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan keterlibatan langsung mereka dalam proses pembelajaran. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Drill Amtsilati secara efektif memperkuat kebiasaan berpikir gramatikal santri melalui latihan berulang pada pola-pola i‘rāb, sedangkan metode Sorogan meningkatkan pemahaman konseptual melalui koreksi dan penjelasan langsung dari guru. Integrasi kedua metode tersebut menciptakan keseimbangan antara penguasaan mekanis dan pemahaman teks, sehingga meningkatkan kemampuan santri dalam membaca dan memahami kitab-kitab klasik berbahasa Arab. Batasan Penelitian/Implikasi– Penelitian ini terbatas pada satu kelas dan belum mengkaji dampak jangka panjang terhadap kemampuan analisis teks santri. Namun demikian, temuan penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan model pembelajaran kombinatif yang mengintegrasikan tradisi pesantren dengan pendekatan Dril modern. Keaslian/Manfaat– Penelitian ini menawarkan model pembelajaran integratif yang secara bersamaan memadukan metode tradisional dan inovatif, sehingga relevan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran Nahwu.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR’AN MELALUI PROGRAM BINA BACA QUR’AN (BBQ) PADA PESERTA DIDIK DI SMA YP UNILA BANDAR LAMPUNG apriliawati Wati; Damanhuri Damanhuri; Agus Susanti
Jurnal Bilqolam Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Prodi PAI Sekolah Tinggi Agama Islam Serdang Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51672/jbpi.v7i1.939

Abstract

High school students’ ability to read and write the Qur’an remains relatively low, particularly in mastering tajwid, the correct articulation of Arabic letters (makhārij al-ḥurūf), tartil, waqaf rules, reading fluency, and the accurate writing of Arabic script and vowel marks. This condition was reflected in the pre-cycle assessment results, which showed an average score of 63.57 with a learning mastery rate of only 28.57%, far below the Minimum Mastery Criteria (KKM) of 80. These findings indicate the need for an effective and systematic learning program to improve students’ Qur’anic literacy skills. Therefore, this study aimed to enhance students’ ability to read and write the Qur’an through the implementation of the Quranic Reading Development Program (BBQ). This study employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, with each cycle consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. Data were collected through tests, classroom observations, interviews, and documentation, while data analysis was carried out using a quantitative descriptive approach. The findings demonstrated a gradual and significant improvement in students’ competencies. In Cycle I, the average score increased to 67.57 with a mastery rate of 37.14%. Furthermore, in Cycle II, students showed substantial progress, achieving an average score of 88.14 with a mastery rate of 80%, which exceeded the predetermined KKM. Thus, the BBQ program proved to be effective in improving students’ Qur’anic reading and writing skills in a gradual, structured, and sustainable manner.
ANALISIS PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGATASI KESULITAN MEMBACA AL QUR’AN PADA PESERTA DIDIK DI SMP Ajeng Fatmawati; Damanhuri Damanhuri; Agus Susanti
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.11381

Abstract

ABSTRACT The ability to read the Qur’an is a fundamental competency that should be possessed by Muslim students. However, some students still experience difficulties in reading the Qur’an correctly and fluently. This study aimed to analyze the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in overcoming students’ difficulties in reading the Qur’an at the junior high school level. This study employed a descriptive qualitative approach with purposively selected subjects. Data were collected through observation, interviews, tests, and documentation, and were analyzed using the Miles and Huberman model with source and technique triangulation. The findings revealed that PAI teachers played an important role in improving students’ Qur’anic reading skills through the tartil method, special guidance, Qur’an reading habituation, and motivation. Of the 23 students, 17 were categorized as having good Qur’anic reading skills, while the remaining six showed improvement after participating in five reading tests under the guidance of PAI teachers. The improvement was reflected in students’ ability to recognize hijaiyah letters, understand tajwid rules, improve pronunciation (makhraj), and enhance reading fluency and self-confidence. Supporting and inhibiting factors, such as learning motivation, parental support, and educational facilities, also influenced the success of the learning process. The study concludes that optimizing the role of PAI teachers through guidance, motivation, habituation, and appropriate teaching methods not only improves students’ Qur’anic reading abilities gradually but also contributes to creating a more effective, structured, and sustainable Qur’anic learning environment in schools. ABSTRAK Kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan kompetensi dasar yang perlu dimiliki oleh peserta didik Muslim, namun masih terdapat peserta didik yang mengalami kesulitan dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kesulitan membaca Al-Qur’an pada peserta didik di SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an melalui metode tartil, bimbingan khusus, pembiasaan membaca Al-Qur’an, dan pemberian motivasi. Dari 23 peserta didik, sebanyak 17 peserta didik berada pada kategori baik dalam membaca Al-Qur’an, sedangkan 6 peserta didik lainnya mengalami peningkatan kemampuan membaca setelah mengikuti tes membaca sebanyak lima kali dengan bimbingan guru PAI. Peningkatan terlihat pada kemampuan mengenal huruf hijaiyah, memahami tajwid, memperbaiki makhraj huruf, serta meningkatnya kelancaran dan rasa percaya diri dalam membaca Al-Qur’an. Faktor pendukung dan penghambat, seperti motivasi belajar, dukungan orang tua, dan sarana prasarana, turut mempengaruhi keberhasilan pembelajaran. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi peran guru PAI melalui bimbingan, motivasi, pembiasaan, dan metode pembelajaran yang tepat tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik secara bertahap, tetapi juga memberikan implikasi terhadap terciptanya pembelajaran Al-Qur’an yang lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.