Rini Farmila Yanti
Universitas Terbuka

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI KARAKTER DISIPLIN MELALUI BUDAYA SEKOLAH DIGUGUS IV KECAMATAN AMPEK NAGARI KABUPATEN AGAM Atri Murni; Rini Farmila Yanti; Ani Siti Anisah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi pendidikan karakter disiplin melalui budaya sekolah di Gugus IV Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter disiplin berjalan efektif dan terstruktur. Efektivitas ini didukung oleh komitmen penuh seluruh warga sekolah dan pemanfaatan optimal Kurikulum Merdeka, yang memfasilitasi integrasi nilai disiplin melalui pembiasaan harian. Budaya sekolah yang terbentuk, seperti Budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun), apel pagi, piket kelas, dan kegiatan religius, menjadi media utama dalam menanamkan dan memperkuat kebiasaan disiplin, kerapian, dan tanggung jawab siswa. Secara nyata, perilaku siswa menunjukkan peningkatan disiplin waktu dan kepatuhan terhadap aturan. Implementasi ini menghadapi kendala signifikan yang didominasi oleh faktor eksternal. Hambatan utama adalah kurangnya dukungan dan kerjasama yang konsisten dari pihak orang tua dalam menerapkan disiplin di rumah, sehingga menyebabkan inkonsistensi perilaku siswa. Faktor penghambat lainnya meliputi keterbatasan waktu pembinaan karakter akibat pembagian dengan kegiatan akademik, jumlah siswa yang terlalu banyak yang menyulitkan pengawasan maksimal, serta pengaruh negatif lingkungan sosial di luar sekolah.