N. L. G. Sumardani
PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENAMPILAN REPRODUKSI SAPI BALI BETINA DENGAN INSEMINASI BUATAN DI KECAMATAN SIDEMEN KABUPATEN KARANGASEM Nurhalizah S.; N. L. G. Sumardani; I. W. Suberata
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): Vol. 13 No.1(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the reproductive performance of female Balinese cattle with artificial insemination in Sidemen District, Karangasem Regency. This study is a survey research using a sample of 51 female Balinese cattle that have given birth at least twice, owned by farmers taken by purposive sampling method in three villages. Data analysis used in this study was quantitative descriptive analysis. Research variables included age at puberty, age at first mating, length of pregnancy, service per conception, and calving interval. The results showed that the reproductive performance of female Balinese cattle with artificial insemination in Sidemen District, Karangasem Regency was good seen from the variable aspects of puberty age 16.64±3.95 months, age of first mating 21.57±3.03 months), gestation length 8.76±0.43 months, service per conception 1.58±0.73 times, and calving interval 15.13±063 months. Based on the results of the study, it can be concluded that the reproductive performance of female Balinese cattle with artificial insemination in Sidemen District, Karangasem Regency is in accordance with the characteristics of reproductive traits of Balinese cattle listed in Ministerial Decree No. 325/Kpts/OT.140/1/2010. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan reproduksi sapi bali betina dengan inseminasi buatan di Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem. Penelitian ini merupakan penelitian survei menggunakan sampel 51 ekor sapi bali betina yang pernah beranak minimal dua kali, milik dari peternak yang diambil dengan metode purposive sampling di tiga desa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Variabel penelitian meliputi umur pubertas, umur pertama kawin, lama kebuntingan, service per conception, dan calving interval. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampilan reproduksi sapi bali betina dengan inseminasi buatan di Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem adalah baik dilihat dari aspek variabel umur pubertas 16,64±3,95 bulan, umur pertama kawin 21,57±3,03 bulan, lama kebuntingan 8,76±0,43 bulan, service per conception 1,58±0,73 kali, dan calving interval 15,13±063 bulan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penampilan reproduksi sapi bali betina dengan inseminasi buatan di Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem adalah sesuai dengan karateristik sifat reproduksi sapi bali yang tercantum dalam Kepmenten Nomor 325/Kpts/OT.140/1/2010.
PENGARUH SERVICE PER CONCEPTION PADA KAWIN ALAM TERHADAP PENAMPILAN REPRODUKSI BABI LANDRACE PERSILANGAN Wijaya I. W. Y..; N. L. G. Sumardani; I. N. Ardika
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): Vol. 13 No.1(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to find out how the effect of Service Per Conception on natural mating on the reproductive performance of crossbred Landrace pigs. The pig farming business is one of the businesses that produces products as a source of animal protein as well as a source oAf family income which has a very important economic meaning. The research was conducted in Br. Puseh, Perean Village, Baturiti District, Tabanan Regency, lasted for 5 months. The design used was a group random design (GRD) which was divided into three groups with two treatments and each treatment used 5 sows, so that the sows used were 30 heads. This study uses treatment by mating sows once and twice. The variables observed were pregnancy duration, litter size, birth weight, weaning weight, and weaning age. The results showed that the duration of gestation for sows was not significantly different between 113 and 114 days. The results of research on the birth weight variable showed that the results were not significantly different between 1.3 and 1.7. The litter size produced from each mating treatment of sows was not significantly different between 9.6 and 12 pigs, and the results of the study showed an increase in the number of litter sizes in the subsequent birth period. The birth weight obtained in this study was 1.3 kg to 1.7 kg. The weaning weight obtained in this study was 7.0 to 7.5 and the weaning age used was 30 days. ased on the research results, it can be concluded that Service Per Conception has no effect on the reproductive performance of cross-bred Landrace pigs. This means that mating of sows is only done once. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Service Per Conception pada kawin alam terhadap penampilan reproduksi babi Landrace persilangan. Usaha peternakan babi merupakan salah satu usaha yang menghasilkan produk sebagai sumber protein hewani maupun sumber pendapatan keluarga yang mempunyai arti ekonomi yang sangat penting. Penelitian dilakukan di Br. Puseh, Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, berlangsung selama 5 bulan. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) yang dibagi menjadi tiga kelompok dengan dua perlakuan dan setiap perlakuan menggunakan 5 ekor indukan babi, sehingga induk babi yang digunakan sebanyak 30 ekor. Penelitian ini menggunakan perlakuan dengan mengawinkan induk babi sebanyak satu kali dan dua kali. Variabel yang diamati adalah lama kebuntingan, litter size, berat lahir, berat sapih, dan umur sapih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama kebuntingan induk babi berbeda tidak nyata antara 113 dan 114 hari. Hasil penelitian pada variabel berat lahir menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata antara 1,3 dan 1,7. Litter size yang dihasilkan dari setiap perlakuan pengawinan induk babi berbeda tidak nyata antara 9,6 dan 12 ekor, dan hasil penelitian menunjukkan adanya kenaikan jumlah litter size pada periode kelahiran selanjutnya. Berat lahir yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 1,3 kg sampai 1,7 kg. Berat sapih yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 7,0 sampai 7,5 dan umur sapih yang digunakan adalah umur 30 hari. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Service Per Conception tidak berpengaruh terhadap penampilan reproduksi babi Landrace persilangan. Hal ini berarti bahwa pengawinan induk babi cukup dilakukan satu kali.