N. W. T. Inggriati
PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FINANSIAL USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER YANG DIBERI EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb) MELALUI AIR MINUM Dapatoma C. N. A.; I. G. Mahardika; N. W. T. Inggriati
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): Vol. 13 No.1(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the income of broiler chicken farms given fragrant pandan leaf extract (Pandanus amaryllifolius Roxb). This research was carried out for 35 days at the Teaching Farm, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University, Jl. Passion Fruit No.6, Sesetan, Denpasar, Bali. The design used was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments and 5 replications, each replication consisting of 4 broiler chickens. The treatment given was drinking water without fragrant pandan leaf extract as a control (P0), then treatments P1, P2, and P3 were drinking water given 3%, 6% and 9% of fragrant pandan leaf extract, respectively. Observed variables include costs, revenues, income, R/C ratio and BEP prices. The results of this research show that giving fragrant pandan leaf extract to broiler chickens can increase breeder income. Treatment P2 gave the best results with an income of Rp. 162,214 (64% higher than P0) with an R/C ratio of 1.204 and a break-even price of Rp. 17.313/kg live weight. Based on the research results, it can be concluded that broiler chicken farming by administering fragrant pandan leaf extract at a level of 6% can increase the farmer's income. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan peternakan ayam broiler yang diberi ekstrak daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb). Penelitian ini dilaksanakan selama 35 hari di Teaching Farm Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Jl. Markisa No.6, Sesetan, Denpasar, Bali. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 4 ekor ayam broiler. Perlakuan yang diberikan yaitu air minum tanpa ekstrak daun pandan wangi sebagai kontrol (P0), selanjutnya perlakuan P1, P2, dan P3 air minum yang diberikan ekstrak daun pandan wangi masing-masing sebanyak 3%, 6% dan 9%. Variabel yang diamati meliputi biaya, penerimaan, pendapatan, R/C ratio dan BEP harga. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pemberian ekstrak daun pandan wangi pada ayam broiler dapat meningkatkan pendapatan peternak. Perlakuan P2 memberikan hasil yang paling baik dengan pendapatan sebesar Rp. 162.214 (64% lebih tinggi dari P0) dengan nilai R/C ratio sebesar 1,204 dan titik impas harga sebesar Rp. 17.313/kg bobot hidup. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peternakan ayam broiler dengan pemberian ekstrak daun pandan wangi pada level 6% dapat meningkatkan pendapatan peternak.
ANALISIS PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP PRODUK BABI GULING DI KABUPATEN BADUNG B. K. P. Mat; B. R. T. Putri; N. W. T. Inggriati
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 5 (2025): Vol. 13 No. 5 (2025): Vol. 13 No.5(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Consumer perception is the stage where a person selects, determines, and interprets information to produce a meaningful description of a product, in the context of traditional food, this perception includes taste, appearance, and cultural values ​​​​inherent in the food. The purpose of this study is to determine consumer perceptions of quality, taste, appearance, price, service and environmental cleanliness in roast pork restaurants in Badung Regency. The study was conducted for 2 months in five roast pork restaurants in Badung Regency. The research respondents were consumers of roast pork restaurants selected by purposive sampling of 75 people, with a quota of 15 people for each restaurant, the methods used were quantitative and qualitative methods. The study findings indicate that product quality obtained a mean score of 4.22 which is classified as good, product taste produced a mean score of 4.35 with a very good classification, appearance obtained a mean score of 4.30 which is classified as very good, price obtained an average score of 3.97, location produced a mean score of 4.20 which is classified as good, service obtained a score of 4.10 which is classified as good, and environmental cleanliness obtained a mean score of 4.25 which is classified as very good. According to the research findings, it was concluded that consumers were very satisfied with the quality, taste, appearance, price, location, service, and environmental cleanliness. ABSTRAK Persepsi konsumen merupakan tahapan yang mana seseorang memilih, menetapkan, serta menginterpretasikan informasi agar menghasilkan deskripsi yang berarti tentang suatu produk, dalam konteks makanan tradisional, persepsi ini meliputi rasa, tampilan, dan nilai budaya yang melekat pada makanan tersebut. Tujuan penelitian mengetahui persepsi konsumen terhadap kualitas, citarasa, tampilan, harga, pelayanan dan kebersihan lingkugan di rumah makan babi guling di kabupaten Badung. Penelitian dilakukan selama 2 bulan di lima warung babi guling di Kabupaten Badung. Responden penelitian adalah konsumen warung babi guling yang di pilih secara purposive sampling sebanyak 75 orang, dengan quota masing- masing rumah makan sebanyak 15 orang, metode yang di gunakana metode kuantitatif serta kualitatif. Temuan studi mengindikasikan jika kualitas produk memperoleh skor mean 4,22 yang tergolong klasifikasi baik, citarasa produk menghasilkan skor mean skor 4,35 dengan klasifikasi sangat baik, tampilan mendapatkan skor mean 4,30 yang tergolong klasifikasi sangat baik, harga memperoleh nilai rata-rata 3,97, lokasi menghasilkan skor mean 4,20 masuk klasifikasi baik, pelayanan mendapatkan skor 4,10 masuk kategori baik, dan kebersihan lingkungan mendapatkan skor mean 4,25 yang masuk klasifikasi sangat baik. Menurut temuan penelitian disimpulkan bahwa konsumen sangat puas terhadap kualitas, citarasa, tampilan, harga, lokasi, pelayanan, dan kebersihan lingkungan.