The utilization of gamal leaves has been proven as a safe, non-toxic natural ingredient.The addition of fermented gamal leaf extract given through drinking water will increase thehydrolysis process of feed protein content into simpler elements. This study aims to determinethe effect of giving fermented gamal leaf extract with different concentrations through drinkingwater on the digestive system of drake balinese. The research was conducted at Sesetan FarmDenpasar, for 8 weeks. The design used was a complete randomized design (CRD) with 4treatments, and 5 replications, so that the total experimental units were 20. Each experimentalunit used 3 drake balinese aged one day as many as 60 heads. The treatments given wereP0=0% fermented gamal leaf extract, P1=2% fermented gamal leaf extract, P2=4% fermentedgamal leaf extract and P3=6% fermented gamal leaf extract. The variables observed were thepercentage of liver, percentage of bile, percentage of cecum, percentage of proventriculus,percentage of ventriculus, percentage of small intestine, percentage of large intestine, andpercentage of cloaca. The results showed that drake balinese given fermented gamal leaf extractas much as 2%, 4%, and 6% had no significant effect (P>0.05) on improving the percentage ofliver, percentage of bile, percentage of cecum, percentage of proventriculus, percentage ofventriculus, percentage of small intestine, percentage of large intestine, and percentage ofcloaca. Based on the results of the study it can be concluded that giving fermented gamal leafextract as much as 2%, 4%, and 6% does not affect the digestive system of drake balinese. ABSTRAK Pemanfaatan daun gamal telah dibuktikan sebagai bahan alami yang aman, dan tidakberacun. Penambahan ekstrak daun gamal terfermentasi yang diberi melalui air minum akanmeningkatkan proses hidrolisis kandungan protein pakan menjadi unsur yang lebih sederhana.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun gamalterfermentasi dengan konsentrasi berbeda melalui air minum terhadap sistem pencernaan itikbali jantan. Penelitian dilaksanakan di Farm Sesetan Denpasar, selama 8 minggu. Rancanganyang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, dan 5 ulangan,sehingga total unit percobaan adalah 20. Setiap unit percobaan menggunakan 3 itik bali jantanyang berumur satu hari sebanyak 60 ekor. Perlakuan yang diberikan adalah P0=0% ekstrakdaun gamal terfermentasi, P1=2% ekstrak daun gamal terfermentasi, P2=4% ektrak daun gamalterfermentasi dan P3=6% ekstrak daun gamal terfermentasi. Variabel yang diamati adalahpersentase hati, persentase empedu, persentase sekum, persentase proventrikulus, persentaseventrikulus, persentase usus halus, persentase usus besar, dan persentase kloaka. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa itik bali jantan yang diberi ekstrak daun gamal terfermentasisebanyak 2%, 4%, dan 6% berpengaruh tidak nyata (P>0,05) memperbaiki persentase hati,persentase empedu, persentase sekum, persentase proventrikulus, persentase ventrikulus,persentase usus halus, persentase usus besar dan persentase kloaka. Berdasarkan hasilpenelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun gamal terfermentasi sebanyak 2%,4%, dan 6% tidak mempengaruhi sistem pencernaan itik bali jantan.