Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERSEPSI MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UISU TERHADAP MEME POLITIK PADA MEDIA TIKTOK SEBAGAI SUMBER INFORMASI POLITIK Palupi, Putri Indah; Butsi, Febry Ichwan
Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2026): Judika: Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jdkik.v4i1.12828

Abstract

Di era digital, media sosial memainkan peran penting dalam penyebaran informasi, termasuk dalam konteks politik. TikTok, sebagai salah satu platform yang dikenal oleh semua orang, Tiktok telah menjadi media untuk meme politik yang digunakan untuk menyampaikan opini, kritik, dan informasi politik dengan cara yang ringan dan kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) terhadap meme politik di TikTok sebagai sumber informasi politik. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis data yang diperoleh dari wawancara mendalam dengan mahasiswa Hukum UISU angkatan 2023 yang aktif menggunakan TikTok selama lebih dari tiga tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki beragam persepsi terhadap meme politik, yang terbentuk melalui tiga tahap utama dalam teori persepsi Kenneth K. Sereno dan Edward M. Bodaken, yaitu sensasi, atensi, dan interpretasi. Sensasi muncul saat mahasiswa menerima stimulus dari elemen visual, teks, dan audio dalam meme politik. Atensi berperan dalam menentukan perhatian terhadap meme berdasarkan konteks isu politik yang sedang viral serta daya tarik visual yang unik. Sementara interpretasi menunjukkan bahwa mahasiswa memahami meme bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat komunikasi politik yang dapat memengaruhi opini publik. Persepsi mahasiswa terhadap meme politik terbagi menjadi dua kategori positif, ketika meme dianggap sebagai sarana edukasi politik yang mampu meningkatkan kesadaran terhadap isu terkini, dan negatif, ketika meme dinilai menyesatkan, provokatif, atau berpotensi mengandung hoaks. Faktor literasi media, latar belakang akademik, dan pengalaman individu turut memengaruhi cara mahasiswa menyaring dan menafsirkan informasi yang mereka peroleh melalui TikTok. Dengan demikian, walaupun meme politik dapat menjadi sumber informasi alternatif yang menarik, diperlukan pemahaman kritis agar mahasiswa tidak terjebak dalam bias atau misinformasi politik.