This Author published in this journals
All Journal Media Gizi Pangan
Syafira Nurul Azmi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP STATUS GIZI PADA SISWA SMPN 1 KARAWANG BARAT: Relationship Between Parental Education and Nutritional Status Among Junior Students Syafira Nurul Azmi; Sefrina, Linda Riski; Elvandari, Milliyantri
Media Gizi Pangan Vol 32 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i2.1518

Abstract

Permasalahan gizi merupakan masalah kesehatan yang belum dapat ditangani dengan baik di Indonesia. Data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, menunjukkan status gizi remaja (16-18 tahun) yang tergolong kurus dan sangat kurus sebesar 8,3 %, overweight 8,8 % dan obesitas 3,3 %. Kondisi ini menggambarkan adanya masalah gizi ganda, di mana masalah gizi kurang masih ditemukan bersamaan dengan meningkatnya gizi lebih. Pertumbuhan dan perkembangan anak yang baik harus ditunjang dengan asupan gizi yang seimbang agar anak dapat melakukan aktivitas dengan baik. Peran orang tua mempengaruhi pemenuhan gizi pada anak. Pendidikan orang tua menentukan sejauh mana orang tua mampu memahami pentingnya gizi seimbang, memilih makanan sehat, serta membentuk pola makan anak di rumah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan orang tua terhadap status gizi pada siswa SMPN 1 Karawang Barat. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Karawang Barat pada tanggal 26 April 2024. Metode yang digunakan yaitu observasional kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 37 siswa kelas 7J SMPN 1 Karawang Barat. Sampel penelitian diambil dari seluruh populasi yang diuji menggunakan teknik total sampling, yang berarti semua siswa kelas 7J SMPN 1 Karawang Barat, sebanyak 37 siswa. Hasil penelitian menunjukan frekuensi status gizi yang terbanyak adalah kategori gizi baik (normal) yaitu 23 siswa (62,16%), kategori gizi lebih sebanyak 8 siswa (21,61%), kategori obesitas sebanyak 5 siswa (13,5%), dan yang memiliki frekuensi paling sedikit yaitu kategori gizi kurang hanya 1 siswa (2,7%). Nilai signifikan ɑ lebih besar dari p-value pada tingkat pendidikan ibu sebesar (0,823 > 0,05) dan pada tingkat pendidikan ayah (0,112> 0,05) yang berati Ha ditolak dan H0 diterima. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan orang tua dengan status gizi siswa, hal ini menunjukkan bahwa faktor lain di luar pendidikan formal orang tua berperan dalam menentukan status gizi remaja