Menarche dini menjadi perhatian kesehatan global karena penurunan usia dan potensi dampak jangka panjang terhadap kesehatan remaja putri. Menarche yang terjadi terlalu dini dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah kesehatan reproduksi dan penyakit tidak menular di kemudian hari. Status gizi dan tingkat kecukupan serat berperan dalam proses maturasi seksual melalui pengaruhnya terhadap komposisi tubuh dan regulasi hormonal. Penelitian mengenai hubungan status gizi dan tingkat kecukupan serat dengan menarche dini pada anak usia sekolah dasar masih terbatas, khususnya di wilayah Karawang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan kecukupan serat dengan menarche dini pada siswi SDN Karawang Kulon 2. Desain penelitian menggunakan metode cross-sectional yang melibatkan 30 siswi kelas VI di SDN Karawang Kulon 2 yang terpilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi pada bulan Mei 2025. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner status menarche dan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) untuk asupan serat, sementara status gizi dinilai melalui pengukuran antropometri (z-score IMT/U). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat korelasi antara status gizi dengan menarche dini (p=0,579). Sebaliknya, terdapat korelasi signifikan antara kecukupan serat dan usia menarche (koefisien Spearman’s rho = 0,401; p=0,028), yang mengindikasikan bahwa asupan serat yang lebih tinggi berhubungan dengan usia menarche yang lebih lambat. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan konsumsi pangan tinggi serat sejak usia sekolah sebagai upaya preventif untuk mendukung kesehatan reproduksi remaja putri. Implementasi edukasi gizi seimbang di lingkungan sekolah serta pemantauan rutin status gizi siswi perlu dilakukan sebagai upaya promotif.