This Author published in this journals
All Journal HUMANIORASAINS JIMI
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MARSIADAPARI SEBAGAI PRAKTIK SOLIDARITAS DAN GOTONG ROYONG MASYARAKAT BATAK TOBA DI TENGAH TANTANGAN ZAMAN Albertus Agung Dwi Kristiyanto
Jurnal Humaniora dan Sosial Sains Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Pojok Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The focus of this research is to analyze the relevance of the Marsiadapari tradition as local wisdom of the Toba Batak in the context of modern challenges. This tradition can be integrated with new technology-based cultures. Using Armada Riyanto's intersubjective metaphysical approach, marsiadapari is understood as a relational practice that emphasizes equality, responsibility, and solidarity between humans. The marsiadapari tradition is no longer limited to an agrarian context, but has undergone changes into new forms such as social solidarity, economic cooperation, nomadic communities, and digital collaboration. The method used in this research is a literature study with a qualitative approach. This research has obtained results that the values ​​contained in the marsiadapari tradition remain relevant in facing the challenges of modern individualism, especially when technology tends to create social isolation. The integration of marsiadapari with digital culture opens new spaces for broader and more inclusive relationships, while maintaining the communal identity of the Toba Batak people.
Sangkan Paraning Dumadi: Relasi antara Asal-Usul dan Tujuan Hidup Manusia Perspektif Intersubjektif Albertus Agung Dwi Kristiyanto
JURNAL ILMIAH MULTIDISIPLIN INDONESIA Vol. 1 No. 2 (2026): Januari-Maret
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus penelitian ini ialah, menganalisis makna filosofis sangkan paraning dumadi dalam falsafah Jawa dan mengkaitkannya dengan gagasan relasionalitas dan intersubjektif Armada Riyanto. Sangkan paraning dumadi merupakan ajaran mendasar yang menegaskan bahwa manusia berasal dari Sumber Ilahi (sangkan), hidup dalam proses keberadaan (dumadi), dan diarahkan untuk kembali kepada tujuan ilahinya (paran). Dalam tradisi Jawa, kesadaran asal dan tujuan hidup ini tidak hanya menjadi konsep metafisik, tetapi terwujud dalam praksis etis berupa sikap rukun, andhap asor, tepa selira, serta tanggung jawab untuk memayu hayuning bawana. Melalui perspektif filsafat intersubjektif Armada Riyanto, konsep ini dibaca sebagai kesadaran relasional-transendental yang menempatkan manusia bukan sebagai entitas individual yang terisolasi. Manusia sebagai subjek yang “ada-bersama” dengan sesama, alam semesta, dan Tuhan. Konsep intersubjektif lahir dari perjumpaan “Aku” dan “Engkau” menuju kesadaran “Kita”. Intersubjektif menjadi ruang ontologis tempat manusia menemukan identitas, makna, dan arah hidupnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah, studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif terhadap teks-teks falsafah Jawa dan literatur filsafat relasionalitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa pertemuan antara sangkan paraning dumadi dan relasionalitas-intersubjektif memperkaya pemahaman tentang eksistensi manusia sebagai makhluk relasional yang mencapai kesempurnaannya melalui dialog, harmoni, dan keterbukaan terhadap yang lain.
Sangkan Paraning Dumadi: Relasi antara Asal-Usul dan Tujuan Hidup Manusia Perspektif Intersubjektif Albertus Agung Dwi Kristiyanto
JURNAL ILMIAH MULTIDISIPLIN INDONESIA Vol. 1 No. 3 (2026): April-Juni
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus penelitian ini ialah, menganalisis makna filosofis sangkan paraning dumadi dalam falsafah Jawa dan mengkaitkannya dengan gagasan relasionalitas dan intersubjektif Armada Riyanto. Sangkan paraning dumadi merupakan ajaran mendasar yang menegaskan bahwa manusia berasal dari Sumber Ilahi (sangkan), hidup dalam proses keberadaan (dumadi), dan diarahkan untuk kembali kepada tujuan ilahinya (paran). Dalam tradisi Jawa, kesadaran asal dan tujuan hidup ini tidak hanya menjadi konsep metafisik, tetapi terwujud dalam praksis etis berupa sikap rukun, andhap asor, tepa selira, serta tanggung jawab untuk memayu hayuning bawana. Melalui perspektif filsafat intersubjektif Armada Riyanto, konsep ini dibaca sebagai kesadaran relasional- transendental yang menempatkan manusia bukan sebagai entitas individual yang terisolasi. Manusia sebagai subjek yang “ada- bersama” dengan sesama, alam semesta, dan Tuhan. Konsep intersubjektif lahir dari perjumpaan “Aku” dan “Engkau” menuju kesadaran “Kita”. Intersubjektif menjadi ruang ontologis tempat manusia menemukan identitas, makna, dan arah hidupnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah, studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif terhadap teks-teks falsafah Jawa dan literatur filsafat relasionalitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa pertemuan antara sangkan paraning dumadi dan relasionalitas- intersubjektif memperkaya pemahaman tentang eksistensi manusia sebagai makhluk relasional yang mencapai kesempurnaannya melalui dialog, harmoni, dan keterbukaan terhadap yang lain.