Breast cancer is one of the most common cancers in women and requires chemotherapy as the primary treatment. The long-term chemotherapy process and its side effects can cause psychological stress. This study aims to determine the relationship between stress levels and chemotherapy adherence in breast cancer patients. This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The sample in this study was 73 respondents selected using a purposive sampling technique. The results of data analysis in this study using the Pearson correlation test showed a relationship between stress levels and chemotherapy adherence in breast cancer patients with a p-value <0.05. It is recommended that hospitals integrate regular mental health screening services for all patients undergoing chemotherapy. This is important so that medical personnel can provide early stress management interventions through coping education and psychosocial support to maintain patient treatment adherence. Abstrak Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kejadian paling tinggi pada perempuan dan memerlukan kemoterapi sebagai terapi utama. Proses kemoterapi yang berlangsung lama, serta efek samping yang ditimbulkan dapat menyebabkan stres psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kepatuhan kemoterapi pada pasien kanker payudara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 73 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres dan kepatuhan kemoterapi pada pasien kanker payudara dengan nilai p-value < 0,05. Direkomendasikan bagi pihak rumah sakit untuk mengintegrasikan layanan skrining kesehatan mental secara berkala bagi setiap pasien yang menjalani kemoterapi. Hal ini penting agar tenaga medis dapat memberikan intervensi manajemen stres dini melalui edukasi koping dan dukungan psikososial guna menjaga kepatuhan pengobatan pasien.