Kesenjangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Indonesia masih menjadi tantangan utama dalam upaya mewujudkan pemerataan pendidikan nasional. Ketimpangan ini disebabkan oleh perbedaan akses terhadap infrastruktur pendidikan, kualitas tenaga pendidik, serta fasilitas pembelajaran yang tidak seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah dalam mengatasi kesenjangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan melalui telaah literatur secara sistematis.Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengumpulkan, menyeleksi, dan menganalisis berbagai artikel ilmiah, laporan kebijakan, dan publikasi resmi pemerintah yang relevan. Proses seleksi literatur dilakukan melalui kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat untuk memperoleh data yang valid dan representatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah, seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS), program penempatan dan pengembangan tenaga pendidik, serta digitalisasi pembelajaran, telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan akses pendidikan di wilayah pedesaan. Namun, kebijakan tersebut masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, ketimpangan teknologi, dan kurang optimalnya pengawasan pelaksanaan di daerah terpencil.Simpulannya, kebijakan pemerintah telah mengarah pada pengurangan kesenjangan pendidikan, tetapi efektivitasnya masih perlu diperkuat melalui perencanaan yang lebih kontekstual dan pemerataan sumber daya pendidikan. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci untuk mencapai pemerataan pendidikan yang berkeadilan.