Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEKANISME MOLEKULER DAN BIOAKTIVITAS TERIPANG DALAM PROSES PENYEMBUHAN LUKA: A PRISMA-BASED SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Ananta, Sella Dwi; Indratmoko, Septiana; Tajudin, Tatang
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 3 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i3.381

Abstract

Teripang (Holothuroidea) merupakan biota laut yang dikenal memiliki kemampuan regenerasi jaringan yang sangat tinggi, menjadikannya sumber alami potensial bagi pengembangan senyawa bioaktif untuk terapi penyembuhan luka. Proses penyembuhan luka sendiri merupakan mekanisme biologis kompleks yang melibatkan interaksi dinamis antara fase inflamasi, proliferasi, dan remodeling jaringan. Gangguan pada salah satu fase tersebut dapat menghambat proses regenerasi, memperpanjang waktu penyembuhan, serta meningkatkan risiko infeksi dan pembentukan jaringan parut. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengompilasi, dan menganalisis secara sistematis berbagai bukti ilmiah terbaru mengenai mekanisme molekuler dan aktivitas biologis senyawa aktif teripang yang berperan dalam mempercepat penyembuhan luka. Metode penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA melalui basis data Scopus. Pencarian dilakukan menggunakan kata kunci “sea cucumber” AND (“wound healing” OR “skin repair” OR “skin regeneration”) pada rentang waktu publikasi 2021–2025. Dari total 100 artikel yang ditemukan, sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa teripang mengandung berbagai senyawa bioaktif utama seperti saponin triterpenoid, polisakarida sulfat, glikosaminoglikan fukosilasi, peptida bioaktif, asam lemak esensial, serta senyawa fenolik dan flavonoid. Senyawa-senyawa tersebut berperan dalam aktivasi berbagai jalur pensinyalan penting seperti PI3K/Akt, MAPK–ERK, NF-?B, dan Wnt/?-catenin yang mendukung proliferasi fibroblas, diferensiasi keratinosit, sintesis kolagen, serta angiogenesis. Selain itu, aktivitas antiinflamasi dan imunomodulator ekstrak teripang terbukti menekan mediator proinflamasi sekaligus meningkatkan ekspresi sitokin antiinflamasi, sehingga mempercepat transisi jaringan menuju fase regeneratif. Kesimpulan dari kajian literatur ini yaitu kombinasi dari aktivitas antioksidan, imunomodulator, dan proangiogenik menunjukkan bahwa teripang memiliki potensi besar sebagai agen bioaktif multifungsi yang aman dan efektif untuk dikembangkan sebagai bahan aktif alami dalam formulasi farmasi dan biomedis untuk terapi penyembuhan luka.
Pemberdayaan Peternak Kambing Etawa Wijaya Makmur Farm dan Pengembangan Produk Diversifikasi Olahan Susu di Desa Alangamba Kecamatan Binangun Cilacap Tajudin, Tatang; Indratmoko, Septiana; Mubarak, Zulfikar Yusya; Aji, Ajeng Puspo; Sumarmono, Juni; Rahayu, Ahadiyat Yugi; Jati, Dian Purnomo; Ananta, Sella Dwi; Arianto, Cindy Chavally; Octavia, Wenny Puspita; Putri, Adisa Refinatania; Fauziah, Khansa Intan; Khairunnisa, Husna Salma Nur
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.3923

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian peternak kambing Etawa di Wijaya Makmur Farm, Desa Alangamba, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, melalui diversifikasi produk olahan susu, penguatan manajemen usaha, dan pemasaran digital. Permasalahan mitra meliputi keterbatasan keterampilan pengolahan, rendahnya nilai tambah susu segar, belum optimalnya branding, serta pemasaran yang masih bergantung pada jaringan lokal. Metode pelaksanaan dengan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan praktik, pendampingan produksi, penguatan manajemen usaha, dan pelatihan pemasaran digital. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, perbandingan nilai pretest-posttest, pencatatan jumlah varian produk, dan data penjualan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari skor pretest 50 menjadi 85 atau naik 35 poin. Nilai aspek kewirausahaan, manajemen usaha, branding produk, dan pemasaran digital meningkat dari 48-54% menjadi 80-88%. Diversifikasi produk berkembang dari satu menjadi lima varian, sedangkan penjualan meningkat dari 100 menjadi 132 unit per bulan atau naik 32%. Keberlanjutan program ditindaklanjuti melalui kelompok usaha bersama, jejaring pemasaran, pencatatan usaha, dan pemantauan tahunan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan nilai tambah komoditas susu kambing dan penguatan ekonomi lokal melalui penerapan teknologi tepat guna di sektor peternakan rakyat. Empowerment of Etawa Goat Farmers at Wijaya Makmur Farm and Development of Diversified Goat Milk Products in Alangamba Village, Binangun Subdistrict, Cilacap.” Abstract This community service program aimed to improve the capacity of Etawa goat farmers at Wijaya Makmur Farm, Alangamba Village, Binangun Subdistrict, Cilacap Regency, through goat milk product diversification, business management strengthening, and digital marketing implementation. The main problems identified included limited technical skills in milk processing, low added value of fresh milk, suboptimal product branding, and marketing practices that still depended on local networks. The program was conducted using a participatory approach through socialization, practice-based training, production assistance, business management strengthening, and digital marketing training. Evaluation was carried out through observation, interviews, questionnaires, pretest-posttest comparison, records of product variants, and sales data. The results showed an increase in participants understanding from a pretest score of 50 to a posttest score of 85, indicating a 35 poin improvement. Score in entrepreneurship, business management, product branding and digital marketing increased from 48-54% to 80-88%. Product diversification increased from one to five variants, while monthly sales rose from 100 to 132 units, or by 32%. Program sustainability is supported through a joint business group, marketing networks, business records, and annual monitoring. Overall, this program contributes to increasing the addes value of Etawa goat milk and strengthening local potential based economic self-reliance.